Ini Penjelasan Kenapa Ikan Sapu-sapu Merusak Ekosistem
- 19 Apr 2026 08:12 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID,Sungai Penuh - Ikan sapu-sapu dikenal luas sebagai 'pembersih' akuarium karena kemampuannya mengonsumsi lumut dan sisa kotoran. Namun, di balik manfaat tersebut, ikan ini justru menjadi ancaman serius jika dilepas ke alam liar seperti sungai dan danau.
Menurut laporan Nature World News di berbagai wilayah, termasuk di Texas, Amerika Serikat, ratusan ikan sapu-sapu ditemukan hidup liar dan diduga berasal dari pelepasan oleh pemilik akuarium.
Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air (PRLSDA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Triyanto, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) dan kerabatnya berasal dari Amerika Selatan, khususnya kawasan tropis Brasil.
Ikan ini awalnya masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan ikan hias. Namun, banyak yang kemudian dilepas ke perairan umum, baik secara sengaja maupun tidak, hingga akhirnya berkembang menjadi spesies invasif di sungai-sungai Indonesia.
Populasi ikan sapu-sapu yang melimpah bisa menjadi penanda memburuknya kualitas air sungai. Triyanto menyebut ikan ini memiliki tingkat adaptasi tinggi dan mampu bertahan di kondisi perairan yang sudah terdegradasi.
Melansir Detik, ada sejumlah faktor yang membuat spesies ini sangat merusak ekosistem. Karakteristis ikan sapu-sapu yang dapat hidup di berbagai lingkungan dan perilaku membuat ikan ini menjadi ancaman bagi ekosistem perairan air tawar.
Berikut adalah faktor yang membuat ikan sapu-sapu merusak ekosistem :
Pertama, ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif. Ikan ini mampu berkembang biak dengan cepat, beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan, dan tidak memiliki predator alami di banyak perairan. Kondisi ini membuat populasinya mudah meledak dan mendominasi habitat, sehingga menyingkirkan spesies lokal.
Kedua, perilaku makannya mengganggu keseimbangan ekosistem. Selain memakan alga, ikan ini juga mengonsumsi detritus hingga telur ikan lain. Bahkan, aktivitasnya dapat mengikis permukaan dasar sungai dan merusak struktur habitat, yang berdampak pada organisme lain yang bergantung pada lingkungan tersebut.
Ketiga, ikan sapu-sapu menciptakan persaingan makanan yang tidak seimbang. Spesies lokal yang sebelumnya bergantung pada sumber makanan tertentu harus berebut dengan ikan ini, yang dikenal sebagai pemakan segala dan sangat agresif dalam mencari makan.
Keempat, ikan ini berpotensi membawa penyakit. Sebagai spesies pendatang, ikan sapu-sapu dapat membawa patogen baru yang bisa menginfeksi ikan lokal dan memperparah penurunan populasi.
Tak hanya itu, ikan sapu-sapu juga dikenal mampu bertahan di perairan yang tercemar sekalipun, membuatnya semakin sulit dikendalikan. Kemampuannya menggali lubang untuk berkembang biak juga dapat memicu erosi di bantaran sungai.
Dengan berbagai dampak tersebut, jelas bahwa ikan sapu-sapu bukan sekadar ikan pembersih biasa. Jika dilepas ke alam liar, keberadaannya justru dapat merusak keseimbangan ekosistem dan mengancam kelangsungan spesies lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....