Polres Kerinci Patroli Cegah Penyalahgunaan BBM Subsidi
- 17 Apr 2026 06:14 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Satuan Reserse Kriminal Polres Kerinci melalui Unit Tipidter melaksanakan patroli pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi di wilayah hukum Polres Kerinci, Kamis 15 April 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan serta mencegah penyalahgunaan BBM subsidi yang dapat merugikan distribusi resmi dan mengganggu ketertiban umum.
Patroli berlangsung di SPBU 24.371.46 Koto Lebu, Kota Sungai Penuh, dengan fokus pemeriksaan terhadap kendaraan yang diduga melakukan pelangsiran BBM subsidi, baik roda dua maupun roda empat.
Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetyawan, mengatakan patroli ini merupakan langkah preventif untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai aturan serta tepat sasaran.
“Petugas melakukan pemeriksaan kendaraan, pengecekan barcode, serta memberikan imbauan kepada petugas SPBU dan masyarakat agar tidak melakukan penyalahgunaan BBM subsidi,” ujarnya, Jum'at 17 April 2026.
Dalam patroli tersebut, petugas juga mencatat ketersediaan stok BBM di SPBU Koto Lebu, yakni Pertalite sebanyak 14 kiloliter, Bio Solar 10 kiloliter, Pertamax 8 kiloliter, dan Dexlite 5 kiloliter.
Selain pemeriksaan kendaraan, personel Unit Tipidter juga berkoordinasi dengan pihak SPBU agar segera melaporkan jika ditemukan kendaraan yang diduga melakukan pelangsiran BBM subsidi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga distribusi BBM bersubsidi tetap lancar bagi masyarakat yang berhak menerima.
Polres Kerinci menegaskan akan terus melakukan pengecekan secara berkala terhadap penyaluran BBM subsidi maupun non-subsidi, termasuk sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan penyalahgunaan BBM subsidi.
“Apabila ditemukan pelanggaran, akan dilakukan penertiban hingga penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas AKP Very.
Melalui patroli rutin ini, Polres Kerinci berharap distribusi BBM subsidi di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh tetap aman, lancar, dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....