Harga Jatuh, Cabai Berbuah Lebat di Kerinci Justru Ditebang

  • 14 Apr 2026 18:04 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Kisah pilu datang dari seorang petani cabai di Kabupaten Kerinci yang terpaksa menebang tanaman cabainya sendiri, meski tengah berbuah lebat. Keputusan berat itu diambil setelah harga cabai di pasaran merosot tajam dan tidak lagi mampu menutupi biaya produksi yang terus meningkat.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang memperlihatkan aksi tersebut viral di media sosial. Dalam rekaman itu, tampak sang petani dengan penuh kekecewaan menebangi tanaman yang sebelumnya diharapkan menjadi sumber penghasilan.

Meski video tersebut telah menyebar luas, waktu pasti kejadian belum dapat dipastikan. Dari percakapan dalam video, terdengar dua orang yang berada di lokasi petani dan seseorang yang merekam kejadian tersebut.

Berdasarkan penelusuran, anjloknya harga cabai menjadi penyebab utama. Di sisi lain, biaya produksi seperti pupuk dan obat-obatan pertanian justru semakin mahal, membuat petani terjebak dalam kondisi merugi.

“Harga pupuk mahal, harga obat mahal, tidak sebanding dengan harga cabai. Lebih baik diganti dengan tanaman lain,” ungkap petani tersebut dalam video yang beredar.Selasa 14 April 2026.

Kondisi ini mencerminkan dilema yang kerap dialami petani hortikultura. Ketidakpastian harga pasar sering kali membuat hasil panen tidak menjamin keuntungan, bahkan berujung pada kerugian besar.

Para petani pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan membantu menekan biaya produksi. Tanpa langkah konkret, situasi serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin menekan kesejahteraan petani di daerah.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....