Kebenaran Menguap Pada Manusia Menular, Berikut Paparan Faktanya
- 29 Jan 2026 23:46 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Jambi - Menguap memang bisa “menular”, tapi mekanismenya tidak sesederhana penyakit menular, melainkan fenomena psikologis dan neurologis yang masih diteliti.
Merangkum dari beberapa sumber terpercaya, istilah ilmiahnya adalah contagious yawning, yaitu kecenderungan seseorang ikut menguap setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang menguap.
Dalam penelitian, sekitar 40–60 persen orang akan ikut menguap setelah melihat orang lain menguap, jadi tidak semua orang mudah “tertular”. Peran empati dan hubungan sosial Menguap lebih sering “menular” di antara orang yang punya ikatan dekat, misalnya keluarga, sahabat, atau pasangan, dibanding orang asing.
Beberapa studi menemukan kaitan antara kecenderungan tertular menguap dengan tingkat empati: makin tinggi empati seseorang, makin besar kemungkinan ia ikut menguap saat melihat orang lain menguap.
Contoh: Anda lebih sering ikut menguap ketika teman dekat di kantor menguap berkali-kali, dibanding ketika melihat orang tidak dikenal di bus menguap.
Salah satu teori utama menyebutkan adanya peran neuron cermin, yaitu sel saraf yang aktif ketika kita melakukan suatu tindakan maupun ketika kita melihat orang lain melakukannya. Hingga sekarang belum ada satu penjelasan yang benar-benar pasti; faktor usia, empati, perhatian (apakah kita benar-benar memperhatikan orang yang menguap atau tidak), dan jarak semua diduga ikut berperan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....