Mengenal Apa Itu Kemarau Basah di Indonesia

  • 19 Jul 2025 13:05 WIB
  •  Sungaipenuh

KBRN, Sungai Penuh: Kemarau basah adalah fenomena iklim ketika hujan masih turun secara berkala pada musim kemarau, padahal seharusnya periode tersebut identik dengan cuaca panas dan kering serta minim curah hujan. Dalam kondisi kemarau basah, intensitas hujan tetap tinggi atau di atas normal walaupun sudah memasuki musim kemarau; frekuensi hujan memang menurun dibanding musim hujan, namun tetap lebih tinggi dibanding kemarau normal.

Disarikan dari berbagai sumber terpercaya dan dari laman antarnews.com berikut ciri-ciri serta penyebab terjadinya kemarau basah di Indonesia :

1. Ciri-ciri utama kemarau basah :

-Hujan ringan hingga sedang tetap terjadi di periode kemarau.

-Kelembapan udara tetap tinggi sepanjang hari.

-Tanaman tetap tumbuh subur meski seharusnya memerlukan penyiraman tambahan.

-Sungai dan waduk tidak mengalami kekeringan ekstrem.

-Langit lebih sering berawan ketimbang musim kemarau biasa yang cerah.

2. Penyebab kemarau basah :

-La Nina, yaitu fenomena pendinginan suhu laut di Pasifik tengah yang menyebabkan peningkatan curah hujan di Indonesia, termasuk di musim kemarau.

-Suhu muka laut yang hangat di sekitar Indonesia sehingga memperbesar potensi pembentukan awan hujan.

-Anomali atmosfer seperti angin monsun yang aktif, Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, serta gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO), Kelvin, dan Rossby.

-Kontribusi pemanasan global yang memperbesar peluang anomali cuaca dan hujan di luar pola musim normal.

3. Dampak kemarau basah :

-Membingungkan jadwal tanam dan panen bagi petani, sebab pola hujan tidak konsisten.

-Dapat meningkatkan risiko gagal panen, terutama pada komoditas atau proses pertanian yang memerlukan cuaca kering (misal proses pengeringan hasil panen atau lahan).

-Sektor sumber daya air relatif lebih stabil, tapi juga bisa meningkatkan potensi bencana seperti banjir lokal di musim kemarau.

Sebagai contoh kasus di beberapa wilayah Indonesia, pada beberapa tahun terakhir, sejumlah wilayah seperti Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Papua mengalami curah hujan jauh di atas normal di musim kemarau akibat kemarau basah, seperti data curah hujan di Kota Palu yang naik signifikan antara Juni–September selama fenomena berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....