Sejarah Singkat Uang Logam Hingga Ada di Indonesia
- 24 Mei 2025 11:43 WIB
- Sungaipenuh
KRBN, Sungai Penuh : Uang logam atau kadang kala disebut koin adalah logam yang digunakan sebagai alat transaksi ekonomi dan biasanya diterbitkan oleh pemerintah. Biasanya uang logam berbentuk bulat meski hal ini tidak selalu demikian. Bahan uang logam biasanya terbuat dari tembaga, nikel, aluminium, emas, perak atau bahan logam lainnya. (Wikipedia)
Merangkum dari beberapa sumber terpercaya dan dari laman Wikpedia serta ocbc.id berikut sejarah uang logam hingg ada di Indonesia :
1. Asal Usul Uang Logam - Uang logam, atau koin, merupakan alat tukar yang terbuat dari logam dan telah digunakan manusia selama ribuan tahun. Uang logam pertama kali diyakini diciptakan oleh bangsa Lydia di Asia Kecil (sekarang wilayah Turki) sekitar abad ke-6 SM, tepatnya sekitar tahun 580 SM. Koin pertama ini terbuat dari electrum, yaitu campuran emas (75%) dan perak (25%), dan dikenal dengan nama stater yang dicetak dengan gambar singa.
Selain Lydia, koin juga mulai digunakan di Pulau Aegina, Yunani, pada periode yang hampir bersamaan (700–500 SM). Bangsa Yunani Kuno kemudian berperan besar dalam penyebaran penggunaan uang logam ke berbagai wilayah melalui perdagangan dan penaklukan.
2. Perkembangan di Dunia Timur - Di Tiongkok, penggunaan dan standarisasi koin dimulai pada masa Dinasti Qin (221–206 SM), yang kemudian berkembang lebih lanjut pada masa Dinasti Han dengan penambahan koin perak dan alat tukar lain seperti uang dari kulit rusa. Inovasi ini menjadi cikal bakal uang kertas yang juga ditemukan di Tiongkok pada masa berikutnya.
3. Penyebaran dan Evolusi di Dunia - Seiring waktu, uang logam menyebar ke berbagai peradaban lain, seperti India yang mengenal koin berlubang pada abad ke-6 SM, serta Kekaisaran Persia yang mengeluarkan koin perak sigloi dan koin emas derik pada periode yang sama. Di Eropa, istilah dan bentuk uang logam berkembang, misalnya munculnya taler di Ceko yang kemudian menjadi cikal bakal dollar.
Pada awalnya, nilai uang logam didasarkan pada berat dan jenis logam mulia yang digunakan. Namun, seiring berkembangnya ekonomi dan kebutuhan transaksi yang semakin besar, uang logam mulai dibuat dari logam yang lebih murah dan nilainya ditentukan berdasarkan nominal yang tertera, bukan kandungan logamnya.
4. Perkembangan di Indonesia - Di Indonesia, sejarah uang logam dimulai sekitar abad ke-9 hingga ke-12 M, ketika koin emas dan perak digunakan sebagai alat tukar utama di kerajaan-kerajaan nusantara. Pada akhir abad ke-13, koin tembaga dari Tiongkok mulai diperkenalkan dan digunakan secara luas. Pada masa kolonial Belanda, uang logam perak Belanda (Rijksdaalder) menjadi standar alat tukar, dan pada masa berikutnya, uang logam terus digunakan hingga era rupiah modern.
5. Uang Logam Modern - Saat ini, uang logam masih digunakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, terutama untuk transaksi dengan nilai kecil seperti kembalian atau pembayaran parkir. Bahan pembuatannya pun telah beragam, mulai dari nikel, tembaga, aluminium, hingga campuran logam lain yang lebih tahan lama dan ekonomis. Di Indonesia, pecahan uang logam yang masih sering digunakan adalah Rp100, Rp200, Rp500, dan Rp1000.
Pada intinya, uang logam telah mengalami perjalanan panjang sejak pertama kali diciptakan oleh bangsa Lydia, menyebar ke berbagai peradaban, berevolusi dalam bentuk dan bahan, hingga tetap bertahan sebagai alat transaksi hingga saat ini, meskipun perannya kini lebih kecil dibandingkan uang kertas dan transaksi digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....