Mengenal Sejarah Singkat dari Ejaan Bahasa Indonesia
- 11 Mei 2025 15:59 WIB
- Sungaipenuh
KBRN, Sungai Penuh: Ejaan Bahasa Indonesia (disingkat EBI) adalah ejaan bahasa Indonesia yang pernah berlaku sejak tahun 2015 hingga 26 November 2022. EBI diatur berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2015, yang menggantikan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) edisi ketiga. (Wikipedia)
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional telah mengalami beberapa kali perubahan sistem ejaan sejak masa kolonial hingga sekarang. Singkatnya, melansir dari beberapa sumber terpercaya dan dari laman Kemendikbud, berikut adalah garis besar sejarahnya :
1. Ejaan Van Ophuijsen (1901)
Pencetus : Charles van Ophuijsen, seorang ahli bahasa Belanda.
Ciri khas : Menggunakan huruf-huruf Belanda, misalnya ‘oe’ untuk ‘u’, ‘tj’ untuk ‘c’, ‘dj’ untuk ‘j’, dan sebagainya.
Contoh : Soeloeh (Suluh), Tjinta (Cinta), Djoega (Juga).
2. Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) (1947)
Pencetus : Soewandi, Menteri Pendidikan RI saat itu.
Perubahan utama :
‘oe’ diganti menjadi ‘u’ (Soeloeh → Suluh)
Tanda diakritik dihapus
Awalan ‘di-’ dan ‘ke-’ ditulis serangkai dengan kata dasarnya.
3. Ejaan Melindo (1959)
Upaya penyatuan : Usaha bersama Indonesia-Malaysia untuk menyatukan ejaan, namun tidak pernah diresmikan.
4. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) (1972)
Resmi digunakan: 16 Agustus 1972.
Perubahan utama:
‘tj’ menjadi ‘c’ (tjahaja → cahaya)
‘dj’ menjadi ‘j’ (djalan → jalan)
‘sj’ menjadi ‘sy’ (sjarat → syarat)
‘ch’ menjadi ‘kh’ (achir → akhir)
‘nj’ menjadi ‘ny’ (nja → nya)
‘j’ menjadi ‘y’ (saja → saya)
5. Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) (2015)
Pengganti EYD : Diresmikan melalui Permendikbud No. 50 Tahun 2015.
Penyempurnaan : Penambahan dan penyesuaian aturan penulisan, seperti penulisan unsur serapan, huruf kapital, dan tanda baca.
Secara keseluruhan, ejaan bahasa Indonesia berkembang dari Ejaan Van Ophuijsen (1901), Ejaan Soewandi (1947), Ejaan Yang Disempurnakan (1972), hingga Ejaan Bahasa Indonesia (2015) yang berlaku saat ini. Perubahan ejaan ini bertujuan untuk menyederhanakan, menyesuaikan dengan perkembangan zaman, serta memudahkan masyarakat dalam belajar dan menggunakan bahasa Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....