Akibat Tersambar Petir Bagi Manusia dan Efeknya

  • 15 Apr 2025 20:41 WIB
  •  Sungaipenuh

KBRN,Sungai Penuh : Petir, kilat, atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. (Wikipedia)

Akibat manusia tersambar petir sangat beragam, mulai dari efek ringan hingga fatal, tergantung pada intensitas sambaran, jalur arus listrik di tubuh, dan kondisi kesehatan korban.

Disarikan dari berbagai sumber terpercaya, salah satunya Halodoc, berikut adalah rangkuman akibat yang dapat terjadi :

Efek Fisik Langsung

1. Luka Bakar - Sambaran petir dapat menyebabkan luka bakar serius pada kulit, baik akibat panas langsung maupun percikan api dari pakaian yang meleleh. Luka bakar ini bisa berbentuk pola khas seperti pakis (Lichtenberg figures) akibat kerusakan pembuluh darah di bawah kulit.

2. Kerusakan Sistem Saraf - Arus listrik dari petir dapat merusak sistem saraf pusat dan otak, menyebabkan kelumpuhan sementara atau permanen, kejang, kehilangan memori, perubahan kepribadian, hingga koma.

3. Gangguan Jantung - Petir dapat mengganggu ritme jantung, menyebabkan aritmia, gagal jantung, atau henti jantung yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

4. Cedera pada Organ Lain - Efek lain termasuk pecahnya gendang telinga akibat gelombang tekanan, gangguan pernapasan, pendarahan otak, stroke, dan kerusakan pada jaringan di sekitar tulang.

Efek Jangka Pendek

1. Nyeri Otot dan Sakit Kepala - Korban sering mengalami nyeri otot, sakit kepala, pusing, mual, dan masalah keseimbangan setelah tersambar petir.

2. Kehilangan Kesadaran - Beberapa korban bisa pingsan, mengalami denyut nadi lemah, atau bahkan tidak ada denyut nadi sesaat setelah kejadian.

Efek Jangka Panjang

1. Gangguan Kognitif dan Neurologis- Penyintas sering mengalami gangguan kognitif, reaksi lambat, mudah tersinggung, telinga berdenging, hingga depresi dan PTSD (post-traumatic stress disorder).

2. Masalah Kesehatan Mental - Trauma fisik dan mental dapat memicu kecemasan, depresi, atau stres berkepanjangan.

3. Kehilangan Kemampuan Sensorik - Beberapa korban melaporkan kehilangan pendengaran, penglihatan, atau kemampuan sensorik lainnya.

4. Tingkat Kematian dan Keselamatan - Meskipun sambaran petir sangat berbahaya, sekitar 90% korban dapat bertahan hidup. Namun, sebagian besar penyintas akan mengalami dampak kesehatan jangka panjang, terutama pada sistem saraf dan mental.

Pada umumnya, sambaran petir dapat menyebabkan luka bakar, kerusakan saraf dan otak, gangguan jantung, serta efek psikologis dan neurologis jangka panjang. Penanganan medis segera sangat penting untuk meningkatkan peluang keselamatan dan pemulihan korban. Pencegahan, seperti menghindari area terbuka saat terjadi badai petir, sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko tersambar petir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....