Tarung Sarung Suku Bugis Dipertontonkan saat Manre Sipulung

  • 07 Sep 2024 18:15 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Bangka : Aksi 'Tarung Sarung' dipertontonkan saat Sedekah Kampung Manre Sipulung di Dusun Dua Desa Kota Waringin Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung, Sabtu (7/9/2024).

Tarung sarung merupakan salah satu tradisi ekstrem yang berkembang di masyarakat Suku Bugis Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam bahasa Bugis tradisi ini disebut sebagai 'Sigajang Laleng Lipa'.

Tradisi tarung sarung digunakan oleh masyarakat Bugis untuk menyelesaikan masalah atau pertikaian. Ketika ada pertikaian antara dua pihak dan keduanya menemui jalan buntu untuk berdamai, maka jalan terakhir adalah dengan cara bertarung.

Ratusan warga yang menyaksikan tradisi Menre Sipulung atau makan bersama begitu antusias melihat aksi dua pria yang bertarung saling dengan badik di dalam kain sarung tersebut.

Tajamnya badik membuat kain sarung yang mereka gunakan robek, bercak darah, tampak begitu jelas di kain sarung itu, salah satu pria dalam kain sarung pun terkapar.

Sejumlah orang tampak berlari untuk melerai tarung Sarung tersebut dan mengangkat pria yang terkapar.

Usai aksi Tarung Sarung, tradisi makan bersama di mulai, berbagai penganan khas Bugis tersaji Seperti Kue Bugis, Barongko dan Kue Pisang Hijau.

Kandar, Pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Bangka mengatakan, Manre Sipulung (makan bersama-red) merupakan tradisi turun temurun suku Bugis yang dipertahankan dan lestari hingga kini. Bukan hanya di daerah asal Sulawesi Selatan, tradisi ini tetap dilestarikan kendati mereka berada di Dusun Dua, Desa Kota Waringin Kabupaten Bangka.

"Tradisi ini sebagai ucap syukur warga Bugis yang sudah puluhan tahun hidup tentram dan rukun di Bangka," kata Kandar kepada RRI co.id, di sela acara adat Manre Sipulung dusun Sungai Dua.

Sementara Tokoh Masyarakat Bangka, Mulkan sangat mengapresiasi tradisi suku-suku di Bangka khususnya Tradisi Bugis yakni Tradisi Manre Sipulung.

"Tradisi makan bersama ini harus tetap terjaga dan lestari di Bangka,"Kata Mulkan

Untuk itu dirinya meminta Pemerintah Kabupaten Bangka memasukan tradisi Bugis tersebut sebagai salah satu agenda tahunan, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di Pulau Bangka.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....