Yayasan TCI Siapkan Desa Lassar Jadi Percontohan Ekowisata Berbasis Masyarakat
- 06 Agt 2026 11:17 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung - Yayasan Tarsius Center Indonesia (TCI) menyiapkan Desa Lassar, Kecamatan Membalong, sebagai desa percontohan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat dan perikanan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan ekonomi warga tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan pesisir dan laut.
Direktur Yayasan Tarsius Center Indonesia (TCI), Budi Setiawan, mengatakan Desa Lassar dipilih karena memiliki potensi ekologi yang masih terjaga, mulai dari gugusan pulau kecil, hutan mangrove, padang lamun, hingga habitat dugong yang kini semakin langka.

Menurutnya, sejak 2025 Program Solusi telah melakukan berbagai intervensi, seperti kajian mangrove, lamun dan dugong, kajian sosial masyarakat, pembentukan kelompok ekowisata, kelompok monitoring dugong yang berasal dari masyarakat setempat, hingga pelatihan pemantauan dugong.
"Memasuki tahun 2026, program mulai difokuskan pada penguatan ekonomi masyarakat. Harapannya, masyarakat memperoleh manfaat langsung dari pengelolaan sumber daya alam yang tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan," kata Budi, Rabu 6 Agustus 2026.

Sebagai bentuk dukungan, Program Solusi menyerahkan satu unit speed boat lengkap dengan mesin dan peralatan keselamatan kepada kelompok pengelola ekowisata Desa Lassar. Sarana tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan monitoring dugong sekaligus mendukung pengembangan wisata berbasis masyarakat.
Selain itu, kelompok UMKM Barokah Sari Ketam yang beranggotakan perempuan nelayan Desa Lassar juga mendapatkan pelatihan pengolahan produk turunan kepiting. Berbagai peralatan produksi seperti freezer, kompor, blender, chopper, timbangan, sealer hingga perlengkapan pendukung lainnya turut diserahkan untuk meningkatkan kapasitas usaha kelompok.
Budi menambahkan, pengembangan Desa Lassar tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan. Program juga akan dilanjutkan dengan pendampingan pemasaran, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyusunan pola perjalanan wisata, pembangunan Tourist Information Center (TIC), dermaga sandar wisata, hingga promosi destinasi.

"Target akhirnya adalah menjadikan Desa Lassar sebagai contoh pengembangan ekowisata berbasis masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut," ujarnya.
Program Solusi merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia melalui Bappenas dengan Pemerintah Jerman melalui BMUV/IKI yang di Belitung diimplementasikan bersama Yayasan KEHATI dan Yayasan Tarsius Center Indonesia. Desa Lassar dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki kekayaan bentang alam darat dan laut yang dinilai potensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....