Festival Napak Sire 2026, Bupati: Pemicu Kebangkitan Pariwisata

  • 22 Mei 2026 18:32 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung - Festival Budaya Napak Sire Belitung 2026 diyakini menjadi pemicu kebangkitan sektor pariwisata Kabupaten Belitung. Kegiatan yang digelar di Pantai Tanjung Pendam itu resmi dibuka Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, Jumat 22 Mei 2026.

Festival yang mengusung konsep "Menjalin Silaturahmi dengan 1000 Lembar Daun Sirih" tersebut masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 dan menjadi salah satu event nasional yang mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Putri dan Putera Kebudayaan Indonesia saat mencoba nyire. (Foto : RRI)

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, mengatakan festival budaya menjadi bagian penting dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata daerah. Menurutnya, kegiatan budaya saat ini juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

"Festival budaya Sekapur Sirih ini memang mendapat perhatian dari pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya membangkitkan kembali kebudayaan daerah. Kegiatan ini juga menjadi salah satu trigger untuk mendukung sektor pariwisata," katanya.

Ia menyebut Belitung saat ini telah membuka gerbang internasional dan ke depan akan menambah okupansi serta konektivitas penerbangan ke sejumlah daerah seperti Bali dan Jawa Tengah.

"Ke depan kita juga ingin menambah okupansi serta konektivitas penerbangan ke Bali maupun Jawa Tengah. Sebelum itu tentu kita harus mampu menghadirkan pertunjukan-pertunjukan yang memberikan warna baru, terutama melalui kekayaan budaya yang kita miliki," ujarnya.

Peralatan sire yang ditawarkan kepada pengunjung festival. (Foto : RRI)

Djoni menilai target rekor MURI seribu nyireh dalam festival tersebut dapat menarik rasa penasaran wisatawan untuk datang kembali ke Belitung.

"Daerah-daerah lain tentu akan penasaran seperti apa tradisi nyireh seribu sireh yang ada di Belitung. Rasa ingin tahu itu diharapkan bisa menjadi trigger agar wisatawan kembali datang ke Belitung," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Belitung, Rian, menilai Festival Napak Sire menjadi kegiatan positif untuk memperkenalkan budaya daerah sekaligus menarik wisatawan datang ke Belitung.

"Kalau kegiatan budaya seperti ini terus dibuat, orang luar pasti penasaran datang ke Belitung. Dampaknya juga bisa dirasakan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan pariwisata," katanya.

Ia menambahkan budaya nyireh merupakan bagian dari budaya Melayu Belitong yang perlu terus dilestarikan agar tetap dikenal generasi mendatang maupun masyarakat luar daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....