Pemkab Bangka Kembangkan Kawasan Pecinan Jadi Destinasi Wellness Tourism
- 15 Mei 2026 13:43 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka berencana menggandeng investor untuk mengembangkan kawasan Pecinan Bangka sebagai destinasi wellness tourism atau wisata kesehatan. Konsep tersebut disiapkan sebagai upaya menghadirkan identitas baru sektor pariwisata di Kabupaten Bangka.
Bupati Bangka, Fery Insani mengatakan selama ini Bangka lebih dikenal dengan wisata pantai. Padahal, menurutnya, banyak daerah lain di Indonesia juga memiliki pantai yang bagus dan menarik sehingga diperlukan konsep wisata yang berbeda dan memiliki ciri khas tersendiri.
“Kalau hanya mengenalkan pantai, daerah lain juga punya pantai yang bagus. Budaya juga begitu, sport tourism juga sudah banyak. Maka kita mencoba mencari tema baru, salah satunya wellness tourism,” ujarnya, Jumat, 15 Mei 2026.
Fery menjelaskan, konsep wellness tourism yang akan dikembangkan tidak hanya berfokus pada wisata, tetapi juga menghadirkan fasilitas yang mendukung kesehatan dan kenyamanan pengunjung, khususnya bagi wisatawan usia lanjut yang ingin menikmati suasana tenang dan sehat.
Menurutnya, kawasan Pecinan Bangka nanti akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung dan display kawasan yang mulai dibangun secara bertahap. Pemerintah daerah juga akan mengkampanyekan konsep wisata sehat tersebut agar menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.
Selain itu, Pemkab Bangka juga mendorong berbagai inovasi masyarakat untuk mendukung pengembangan kawasan setempat, salah satunya melalui pemanfaatan air laut yang disebut dapat diolah menjadi sabun mengatasi jerawat.
“Ini menjadi inovasi baru dan potensi baru bagi kita. Karena itu kita juga mengadakan pelatihan kepada masyarakat agar bisa berkembang menjadi produk unggulan,” katanya.
Pemkab Bangka berharap pengembangan kawasan Pecinan dengan konsep wellness tourism dapat menciptakan suasana yang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan serta mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
“Hampir di setiap kota ada pecinan menjadi pusat bisnis dan sebagainya bukan di koordinir pemkab, tapi oleh komunitas, itu menunjukkan ada toleransi yang sangat bagus dan mendukung,” kata Program Founder Kelompok Tumbuh Bersama Usaha dr. Eddy Kristianto.
Menurutnya, program itu bisa dikembangkan secara berdampingan dengan konsep budaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....