Wisata D’Sabru Tawarkan Edukasi Lingkungan dan Nilai Sejarah

  • 10 Mei 2026 15:54 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur – Destinasi wisata D’Sabru (De Sabang Ru’) di Desa Pembaharuan, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur mulai menarik perhatian wisatawan lokal. Berada di kawasan hutan pesisir yang dikelilingi bakau dan pepohonan tua dekat garis pantai, D’Sabru hadir sebagai wisata alam yang mengusung konsep edukasi dan pelestarian lingkungan.

Penggagas D’Sabru, Erniyanti mengatakan, pembangunan kawasan wisata tersebut bukanlah proses yang mudah. Ia bersama kelompok Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Pulo Lamun telah memulai pengelolaan kawasan itu sejak beberapa tahun lalu dengan tujuan menjaga ekosistem pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.

Namun dalam perjalanannya, jumlah anggota kelompok terus berkurang karena sebagian besar harus fokus mencari nafkah sebagai nelayan dan petani. Dari sekitar 30 anggota awal, kini hanya tersisa tiga orang yang masih aktif mengelola kawasan tersebut.

“Sebagian besar anggota adalah nelayan dan petani, jadi mereka harus lebih fokus memenuhi kebutuhan keluarga. Sekarang tinggal ketua, sekretaris dan saya yang masih bertahan,” ujar Erniyanti, Minggu, 10 Mei 2026.

Selain menawarkan wisata alam, kawasan D’Sabru juga mulai menjadi habitat berbagai jenis burung migrasi. Kondisi tersebut dinilai menjadi pertanda ekosistem pesisir di kawasan itu mulai kembali alami dan terjaga. Meski demikian, akses jalan dan penerangan menuju lokasi masih menjadi kendala utama.

"Semoga pemerintah daerah dapat membantu pembangunan infrastruktur penunjang agar kawasan wisata ini semakin mudah dijangkau masyarakat maupun wisatawan," katanya.

Ke depan, D’Sabru direncanakan berkembang sebagai lokasi wisata edukasi lingkungan bagi pelajar. Pengunjung nantinya tidak hanya menikmati suasana alam pesisir, tetapi juga dapat belajar mengenai ekosistem mangrove hingga budidaya kerang yang ada di kawasan tersebut.

Sementara itu, Camat Kelapa Kampit Yudi Brahma menyampaikan apresiasi terhadap hadirnya D’Sabru yang dinilai menjadi bukti semangat dan keberanian masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah di tengah berbagai keterbatasan. Menurut Yudi, pembangunan kawasan wisata berbasis lingkungan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat desa mampu menghadirkan destinasi baru yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki unsur edukasi dan pelestarian budaya.

“Sabang Ru’ ini memiliki nilai histori. Dulu di kawasan ini pernah ada pemukiman penduduk dan itu dibuktikan dengan adanya makam-makam tua dan kuno. Ini tentu memiliki nilai sejarah dan arkeologi yang penting,” ujar Yudi.

Yudi menambahkan, ke depan kawasan D’Sabru berpotensi dikembangkan menjadi wisata edukasi terpadu. Ia mengusulkan agar kawasan tersebut dilengkapi tanaman herbal khas Belitung sehingga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi pelajar maupun pengunjung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....