Festival Rumah Panggong APJ Digelar, Kenalkan Budaya dan Dongkrak Ekonomi
- 30 Apr 2026 17:58 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung - Festival Budaya Rumah Panggong Desa Aik Pelempang Jaya (APJ), Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung resmi digelar selama lima hari, mulai 30 April hingga 4 Mei 2026. Festival ini menjadi ajang pengenalan budaya sekaligus upaya mendongkrak ekonomi masyarakat melalui pelibatan UMKM.
Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat mengatakan, festival tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya yang juga dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata baru. Menurutnya, Belitung tidak hanya memiliki potensi pantai, tetapi juga budaya yang bisa menjadi magnet wisatawan.
"Budaya itu perlu kita lestarikan, perlu kita kembangkan, perlu kita inovasikan lagi untuk kita dorong menjadi etalase baru yang menarik," kata Djoni setelah membuka kegiatan, Kamis (30/4/2026).

Ia menyebut, pemerintah daerah memiliki rencana untuk mendorong event-event desa agar bisa terkolaborasi dan berkembang menjadi agenda pariwisata yang lebih luas.
"Ada rencana bagaimana event-event desa itu kita dorong agar bisa menjadi event nasional nantinya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Aik Pelempang Jaya Rizali mengatakan festival ini bertujuan memperkenalkan rumah panggung kepada generasi muda serta membanggakan budaya lokal seperti tarian tradisional dan makan bedulang.
"Kita ingin memperkenalkan rumah panggung ke generasi muda, membanggakan budaya kita yang ada seperti tarian dan makan medulang," kata Rizali.

Selain itu, festival juga diarahkan untuk meningkatkan penghasilan warga melalui kegiatan UMKM yang dilibatkan selama acara berlangsung.
"Ketiganya, untuk meningkatkan penghasilan warga melalui UMKM ini," ujarnya.
Rizali menjelaskan festival ini merupakan tahun kedua dan akan diagendakan rutin setiap tahun pada tanggal yang sama, dengan tema ngopi, berpantun, dan bermedulang.
"Insyaallah tiap tahun dengan tanggal yang sama. Kita akan patenkan," katanya.

Festival Rumah Panggung APJ turut diramaikan berbagai kegiatan, seperti lomba ngopi, lomba berpantun, lomba ibu-ibu bergoyang memakai busana adat Belitung, serta hiburan musik hingga malam hari. Festival ini dipusatkan di kawasan Zuwembad yang berada di tengah desa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....