Potret Pengembangan Desa Wisata di Bangka
- 25 Mei 2025 09:51 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat: Pengembangan desa wisata di Kabupaten Bangka menghadapi tantangan signifikan, terutama pada aspek Sumber Daya Manusia (SDM).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangka, Rismy Wira Madonna, mengungkapkan bahwa sektor pariwisata membutuhkan proses panjang dan tidak menjanjikan hasil instan, yang seringkali menyebabkan masyarakat kehilangan semangat jika pendapatan belum terlihat.
Hal tersebut diungkapkan dalam Siaran Budaya RRI Pro4 Sungailiat, Sabtu (24/5/2025). Jika Disbudpar Bangka sangat menekankan pentingnya kesiapan SDM yang juga didukung oleh pemerintah desa untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan desa wisata.
Meski demikian, Rismy tetap optimis dengan potensi desa wisata di Bangka. Ia menyoroti Desa Wisata Rebo sebagai contoh keberhasilan, khususnya dalam pengelolaan Pantai Takari. Meskipun belum sepenuhnya menyejahterakan masyarakat, keberadaan desa wisata ini telah memberikan dampak positif berupa pendapatan sampingan bagi warga setempat.
"Desa Wisata Rebo memang belum memberikan pendapatan utama, tetapi sudah memberikan pendapatan sampingan yang cukup berarti bagi masyarakat. Yang terpenting adalah rasa memiliki yang tinggi dari masyarakat pengelola, sehingga mereka terus menjaga dan mengembangkan potensi wisata mereka," ujarnya.
Rasa kepemilikan yang kuat ini menjadi kunci vital, mendorong untuk tetap berkomitmen dalam merawat dan mengembangkan destinasi wisata.
| Baca juga: Desa Aik Mesu Kembangkan Agrowisata Durian |
Dalam sesi akhir obrolan Penyiar Rara menanyakan program keberlanjutan bagi desa wisata Bangka.” Upaya yang dilakukan dari Disbudpar bangka untuk keberlanjutan desa wisata yang sudah berkembang di Bangka,”tanya Rara.
Menjawab pertanyaan tersebut, Rismy menyebutkan jika menatap masa depan, Pemerintah Kabupaten Bangka berharap desa-desa wisata dapat berkembang menuju tingkat yang lebih mandiri.
Untuk mencapai tujuan ini, Disbudpar mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, pengelola desa wisata, dan masyarakat sebagai pilar utama. Selain itu, upaya peningkatan kapasitas SDM pengelola desa wisata melalui pelatihan rutin serta dorongan pemanfaatan teknologi digital untuk promosi juga menjadi fokus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....