Masjid Terapung Belinyu, Simbol Kebudayaan dan Wisata
- 07 Apr 2025 10:31 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat : Libur Lebaran tahun ini, Masjid Al-kautsar merupakan masjid apung pertama yang ada di Kabupaten Bangka. Berada di pinggir Pantai Tanjung Putat, Kelurahan Mantung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.
Untuk mencapai masjid ini para wisatawan harus menempuh jarak 62,2 km dengan menghabiskan waktu 1 jam 17 menit perjalanan dari kota Sungailiat, menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi. Keindahan masjid yang berdiri di atas laut ini berhasil menarik perhatian wisatawan.
Salah satunya adalah Zanuar, warga Kertapati Palembang Sumatera Selatan ini kepada RRI mengungkapkan kekagumannya terhadap pemandangan alam yang memukau dan keunikan bangunan masjid yang menciptakan suasana damai.
“Kata anak saya yang memang bekerja di Bangka. Tempat ini bagus, jadi libur lebaran saya diajak untuk melihat langsung, selain menyedakan tempat kuliner, kawasan pantainya juga bisa untuk mandi, apalagi sebagai seorang muslim, masjid ini cukup unik, sayangnya air laut surut jadi tidak bisa begitu melihat keunikannya dia atas air laut, tapi saya cukup puas”, kata Zanuar yang berlibur ditemani istri dan keluarga dari Palembang.
Dari pantauan RRI, Masjid Terapung Belinyu dikenal dengan arsitektur minimalis namun indah dan lokasinya yang berada di atas laut, memberikan sensasi ketenangan bagi siapa saja yang mengunjunginya. Selama musim libur Lebaran, kawasan sekitar masjid dipadati wisatawan lokal maupun luar daerah. Banyak pengunjung yang datang untuk menikmati panorama laut, berfoto dengan latar belakang masjid, atau sekadar menikmati suasana yang tenang.
Bagus, salah seorang petugas parkir dikawasan tersebut, menyampaikan bahwa pihaknya selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik agar pengunjung merasa nyaman.
“Kami berusaha menjaga kelancaran arus parkir dan memastikan pengunjung dapat menikmati liburan dengan tenang, lapangan parkir juga luas jadi pengunjung juga bisa menikmati keindahan pelabuhan dari tempat ini” kata Bagus.
Selama libur lebaran, dengan membayar biaya parkir untuk kendaraan roda empat sebesar Rp10.000,- dna Rp5.000,- untuk kendaraan roda dua, pengunjung bebas menikmati fasilitas yang ada di dalam kawasan masjid terapung ini.
Sebagai salah satu destinasi wisata andalan Bangka, Masjid Terapung Belinyu diharapkan dapat terus mempertahankan keindahan dan kenyamanan bagi para pengunjung. Keberadaan masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol kebudayaan dan wisata yang menghubungkan masyarakat dengan alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....