Sepekan, Pengunjung Air Terjun Maruyan Mencapai Ratusan Orang

  • 16 Feb 2025 16:33 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Sungailiat: Air Terjun Maruyan yang terletak di Desa Berbura, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, menjadi pilihan berwisata di alam perbukitan sambil menikmati jernihnya air.

Pengelola Air Terjun Maruyan Riki mengatakan, jumlah pengunjung setiap pekan mencapai ratusan orang. Ditambah biasanya pengunjung merupakan rombongan yang ingin menikmati suasana air terjun bersama-sama.

Riki yang merupakan pemuda Desa Berbura mengatakan, mulai mengelola wisata Air Terjun sejak 2018. Saat itu, beberapa air terjun di Bukit Maras, seperti Air Terjun Manjang Merah, Air Terjun Lakedang dan Air Terjun Maruyan mulai banyak dikunjungi.

Terlebih melalui media sosial membuat air terjun tersebut cepat dikenal dan semakin banyak yang mengunjungi, baik pengunjung lokal maupun dari luar daerah.

"Kami promosinya itu lewat Tiktok, Facebook, Instagram dan Youtube juga. Kalau karcis untuk sekarang ini kalau orang tidak dikenakan tarif tapi pengunjung cukup bayar jasa parkir motor, per motornya Rp10.000. Kalau yang bawa mobil bisa sewa ojek sekali jalan Rp25.000 jadi bolak-balik Rp50.000," jelas Riki.

Secara bertahap pengelola membangun fasitas di pintu masuk pendakian, seperti pos jaga, tempat parkir motor, toilet dan mushola yang terbuat dari kayu papan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Rismy Wira Madonna mengatakan, di kawasan Bukit Maras sudah banyak minat wisatawan. Setiap pekannya bisa mencapai ratusan pengunjung, bahkan pada momen tertentu mencapai ribuan pengunjung.

“Mereka sudah mulai melirik wisata hiking dan ini kakau di wilayah konservasi agak sulit karena daerah itu tidak boleh ada intervensi pembangunan tapi untuk wisata hiking ini sebenarnya masuk ke dalam program di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujar Rismy Wira Madonna.

Pengelola juga memberikan imbauan kepada pengunjung untuk peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan tidak merusak dan meninggalkan sampah. Seminggu sekali pengelola juga menyisir jalur pendakian untuk menjaga dan membersihkan sisa sampah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....