Ruwah Kubur di Keretak, Warga Nganggung 1.000 Dulang

  • 12 Feb 2025 08:58 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Bangka Tengah : Warga Desa Keretak dan Keretak Atas, Kecamatan Sungai Selan melaksanakan Tradisi Ruwah Kubur, Senin (11/2/2025) kemarin. Tradisi Ruwah Kubur tersebut merupakan agenda wisata tahunan Kabupaten Bangka Tengah.

Tradisi ruwah kubur ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti yasinan dan tahlilan dengan bertujuan mendoakan kerabat atau keluarga yang telah meninggal dunia. Selain itu, dalam perayaan tradisi ruwah kubur, masyarakat juga melaksanakan nganggung yakni tradisi membawa makanan menggunakan dulang dan tudung khas Kepulauan Bangka Belitung dari rumah masing-masing ke tempat berkumpul, biasanya di masjid, untuk disantap bersama.

"Alhamdulillah tahun ini nganggung 1000 dulang. Tradisi Ruwah Kubur ini bukan hanya tentang ritual saja, melainkan sebagai motivasi bagi kita untuk semakin semangat beribadah. Melalui Ruwah Kubur serta Nganggung ini juga kita bisa saling mengenal serta berdiskusi dan bermusyawarah antar masyarakat juga,” kata Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, dalam keterangan yang diterima RRI.co.id, Rabu (22/2/2025).

Lebih lanjut, Algafry menyebutkan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah akan terus mendukung dan berupaya tradisi Ruwah Kubur ini bisa terus lestari hingga generasi-generasi selanjutnya.

"Jadi mari kita jaga bersama khasanah budaya ini sebagai kekayaan tak ternilai yang daerah kita miliki," ujarnya.

Kepala Desa Keretak, Ahmad Nurihsan mengungkapkan rasa syukurnya karena perayaan tradisi ruwah kubur ini dapat berjalan dengan lancar serta meriah.

“Alhamdulillah, tradisi Ruwah Kubur ini berjalan dengan sangat meriah. Jadi tradisi Ruwah Kubur ini sendiri kita mulai dari pukul 05.30 yang mana masyarakat Desa Keretak dan Keretak Atas datang ziarah kubur serta mendoakan para orang tua, saudara, maupun kerabat, dan terakhir Nganggung bersama di masjid,” ucap Ahmad.

Disebutkan Ahmad, terdapat kurang lebih 1.000 dulang yang sudah dipersiapkan pada tradisi Ruwah Kubur serta tablig akbar yang diisi dengan tausiah oleh Ustaz H. Kemas Mahmud di Masjid Al-Ihsan.

“Ruwah kubur ini menyasar segala generasi dan bagaimanapun ini adalah tradisi, budaya, dan adat yang sudah turun temurun dari dulu serta memiliki banyak manfaat, jadi kita harapkan baik itu generasi tua maupun muda dapat saling merangkul dan bersemangat untuk melestarikan ini,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....