Pemahaman Masyarakat tentang Manfaat Mangrove di Babel Masih Rendah

  • 22 Jul 2026 14:13 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Pemahaman masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung tentang manfaat mangrove secara menyeluruh masih rendah. Padahal, ekosistem ini memiliki peran ganda untuk lingkungan dan ekonomi pesisir.

Kondisi ini mendorong perlunya peningkatan edukasi secara masif agar masyarakat tidak hanya tahu fungsi mangrove sebagai penahan abrasi.

Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Elza Rizkiawalia, mengatakan mangrove tidak hanya berfungsi melindungi pesisir dari abrasi. Mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut serta mampu menyerap karbon dalam jumlah besar untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

Menurutnya, pelestarian mangrove tidak cukup hanya dilakukan melalui penanaman bibit. Perlindungan terhadap kawasan mangrove yang masih baik dan keterlibatan aktif masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan menjaga ekosistem pesisir.

Senada, Penyuluh Kehutanan Madya DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darman Suriah, mengingatkan bahwa kerusakan mangrove dapat berdampak pada meningkatnya abrasi dan berkurangnya hasil tangkapan nelayan karena hilangnya habitat biota laut.

Hal tersebut disampaikan dalam dialog "Lestari Alamku" di RRI Pro 1 Sungailiat, Selasa, 21 Juli 2026.

Rendahnya pemahaman ini juga diakui pendengar. Puji dari Sungailiat mengaku memperoleh wawasan baru setelah mengikuti dialog tersebut.

"Saya baru mengetahui kalau manfaat mangrove bukan hanya mencegah abrasi, tetapi juga mendukung perikanan dan membantu mengurangi dampak perubahan iklim," ujarnya.

Puji menilai edukasi mengenai mangrove perlu terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....