Kajian Mutiara Pagi: Memaafkan Fondasi Harmoni Bermasyarakat
- 30 Mei 2026 13:17 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Sikap saling memaafkan dalam Islam kembali ditegaskan sebagai fondasi menjaga keharmonisan bermasyarakat. Penegasan itu disampaikan Selamet Abdussalam dalam kajian "Mutiara Pagi" yang membahas pentingnya membersihkan hati dari dendam dan amarah.
Dalam pemaparannya, Ustaz Selamet menjelaskan memaafkan bukan sekadar tradisi saat Idul Fitri atau Idul Adha, melainkan ajaran inti Islam yang harus diamalkan setiap hari.
Selamet mencontohkan keteladanan Rasulullah Muhammad saw. Beliau memaafkan banyak orang yang pernah menyakitinya. “Orang yang kuat itu bukan yang menang dalam pertengkaran, tetapi yang mampu menahan amarah dan memberi maaf,” ujar Ustaz Selamet dalam ceramahnya.
Selamet mengatakan memaafkan berdampak pada hubungan sosial dan bagi kesehatan hati dan pikiran. Menurutnya, hati yang bersih dari dendam akan lebih mudah merasakan ketenangan dan kebahagiaan.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam Al-Qur’an, Allah Swt., mencintai hamba-Nya yang pemaaf. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan tidak menyimpan kebencian, apalagi hingga merusak tali silaturahmi.
“Saya jadi sadar, ternyata memaafkan itu bukan untuk orang lain saja, tapi juga untuk diri kita sendiri supaya lebih tenang,” kata Ahmad pendengar RRI melalui telepon.
Pendengar lain, Siti, mengatakan memaafkan sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, yang mudah terpecah karena perbedaan pendapat. “Kadang kita terlalu cepat marah, padahal kalau mau memaafkan, semuanya bisa lebih damai,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....