Hari Keluarga Internasional: Komunikasi Sehat Pilar Keharmonisan Keluarga

  • 15 Mei 2026 15:45 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Manusia tidak bisa tidak berkomunikasi. Premis ini menjadi pengingat bagi siapapun dalam membangun komunikasi yang sehat, seperti dalam keluarga.

Komunikasi yang sehat dalam keluarga sering dianggap sepele, padahal sejatinya menjadi fondasi utama ketahanan rumah tangga. Komunikasi itu adalah proses pertukaran informasi, perasaan, dan nilai antara anggota keluarga secara terbuka, jujur, dan saling menghormati.

Pada monentum Hari Keluarga Internasìnal setiap 15 Mei, seyogyanya merefleksi pada ketahanan keluarga dengan intensitas komunikasi yang berkualitas. Pesan komunikasinya bukan sekadar bertukar kabar, melainkan membangun pemahaman dan rasa aman di antara orang tua, anak, dan pasangan sehingga terjalin keharmonisan dalam keluarga.

Sebagian unsur keluarga menyadari akan perlunya komunikasi yang sehat. Warga Sungailiat Kabupaten Bangka, Linda mengatakan komunikasi yang sehat tidak bisa terbentuk dengan sendirinya tetapi dibangun dari proses kebiasaan-kebiasaan sederhana yang berkelanjutan.

Menurutnya keharmonisan pun dalam keluarga tidak tercipta secara instan, melainkan harus diupayakan lewat keterbukaan dan komitmen bersama. Konsisten dalam mengkomunikasikannya agar setiap anggota keluarga merasa aman untuk berbicara dan didengar.

"Komunikasi jujur fondasi utama menjaga keharmonisan keluarga, terutama di era digital saat semua orang sibuk dengan gawai masing-masing," ujar Linda.

Hal tersebut diutarakan Linda saat bergabung via telepon dalam program interaktif "Bedincak Bedaek" Pro4 RRI Sungailiat, Jumat,15 Mei 2026.

Pendengar lain, Hermawan dari Merawang yang juga bergabung via telepon. Ia mengatakan dalam suatu keluarga, penting adanya pembagian peran yang seimbang antara ayah dan ibu.

Menurut dia, keharmonisan tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan hasil kolaborasi aktif dalam rumah tangga. Beban mental pun tak hanya bertumpu pada sosok ayah, ibu atau satu anggota keluarga saja.

"Hari Keluarga Internasional ini jadi pengingat bagi kami para ayah untuk tidak sekadar mencari nafkah, tetapi juga hadir secara emosional dan meluangkan waktu berkualitas demi keutuhan psikologis anak-anak," ungkap Hermawan.

Ungkapan Linda dan Hermawan, merupakan bagian dari refleksi Hari Keluarga Internasional yang diperingati setiap 15 Mei. Majelis Umum PBB menetapkan Hari Keluarga Internasional itu pada tahun 1993. PBB mengingat dunia kalau keluarga adalah unit paling dasar di masyarakat, dan segala isu bisa mempengaruhi keluarga. (Wandasona/RRI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....