Bahaya Dengki Menggerus Hati dan Merusak Kehidupan Sosial

  • 10 Apr 2026 05:31 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Dengki atau iri hati menjadi salah satu penyakit hati yang sering kali tidak disadari, namun berdampak besar dalam kehidupan seseorang.

Hal ini disampaikan oleh Ustaz Selamet Abdusallam dalam kajian Mutiara Pagi di RRI Pro 1 Sungailiat, Jumat (10/4/2026)

Menurutnya, dengki tidak hanya merusak hubungan antar sesama manusia, tetapi juga dapat mengikis amal kebaikan.

“Dengki itu seperti api yang membakar kayu bakar, ia menghanguskan pahala-pahala tanpa kita sadari. Orang yang dengki sulit merasa tenang, karena selalu membandingkan diri dengan orang lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa perasaan tidak senang atas nikmat yang dimiliki orang lain dapat memicu berbagai perilaku negatif, seperti fitnah, kebencian, hingga permusuhan.

Oleh karena itu, umat dianjurkan untuk menumbuhkan rasa syukur dan memperbanyak doa agar dijauhkan dari sifat tersebut.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya melatih hati untuk ikhlas dan menerima takdir.

“Setiap orang punya rezeki masing-masing. Jika kita sibuk mensyukuri apa yang ada, maka tidak ada ruang bagi dengki untuk tumbuh,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pendengar RRI, Nur, mengaku pernah merasakan dampak buruk dari sifat dengki dalam lingkungan kerja. Ia menyebutkan bahwa perasaan iri justru membuat dirinya tidak fokus dan kehilangan semangat.

“Setelah saya mencoba mengubah pola pikir dan lebih banyak bersyukur, hati jadi lebih tenang dan hubungan dengan rekan kerja juga membaik,” katanya.

Pendengar lainnya, Zulfaizar, menilai kajian ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama di era media sosial.

“Sekarang orang mudah sekali membandingkan hidupnya dengan orang lain. Padahal itu bisa jadi sumber dengki kalau tidak disikapi dengan bijak,” ujarnya.

Melalui kajian ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami bahaya dengki serta berupaya membersihkan hati, sehingga tercipta kehidupan yang lebih harmonis, damai, dan penuh keberkahan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....