Tak Lagi 'Satu Atap', Pasutri Terpisah Pulau Eksiskan pada Pengabdian Guru
- 06 Apr 2026 21:38 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Tanjungpandan - Pasangan suami istri (pasutri) tak lagi 'satu atap' karena masing-masing menjalankan profesinya sebagai guru. Keduanya menanggung konsekuensi hingga tiga tahun berpisah demi mengeksiskan diri pada profesinya.
Yuliardi Rudian, menjalani profesi Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 2 Tanjungpandan Pulau Belitung dan istrinya guru di SMK Negeri 4 Pangkalpinang di Pulau Bangka. Keduanya masih satu geografis; Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan itulah domisili yang dipisahkan oleh lautan.
Nasib sepasang suami istri itu tersampaikan kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani ketika kunjungannya di SMK Negeri 2 Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Senin, 6 April 2026.
Sepenggal kisah cinta dan pengabdian yang disampaikan Yuliardi Rudian kepada Gubernur Babel itu, berujung pada keinginan agar istri Yuliardi bisa kembali ke Belitung dalam menjalani profesi sebagai seorang guru. Ia berharap bisa satu rumah lagi di Belitung.
"Kalau pengajuan pindah memang sudah sembilan kali," ujar Yuliardi.
Ia menjelaskan, sejak awal istrinya mengambil formasi di SMK Negeri 1 Sijuk, namun pada tahun 2023 mendapat SK mutasi di SMK Negeri 4 Pangkalpinang. Ia mengakui telah menjalani hubungan komunikasi jarak jauh dengan istrinya selama tiga tahun itu menjadi persoalan tersendiri bagi sepasang suami istri.
Meskipun jarak yang memisahkan keduanya, Yuliardi dan istrinya tetap berkomitmen menjalankan kehidupan rumah tangganya. Mereka berkomunikasi secara rutin melalui telepon serta saling mendukung dalam setiap langkah.

Bersama para guru SMK Negeri 2 Tanjungpandan Belitung, Gubernur Babel Hidayat Arsani serap aspirasi (Foto: Poniran/Biro Adpim Babel)
Dari hal yang diutarakan Yuliardi, Gubernur Babel, Hidayat Arsani merespons langsung keluhan seorang guru yang telah lama mengabdi di Belitung itu. Respon itu pun dijanjikan Gubernur untuk menyatukan sepasang guru itu pada satu atap rumah yang sama di Belitung.
"Tadi ada keluhan dari seorang guru yang sudah tahunan mengajar di Belitung, sementara istrinya berada di Pangkalpinang. Besok akan kita pindahkan ke sini. Inilah gunanya kehadiran Gubernur untuk datang ke lapangan, untuk cek, fakta, nyata dan tanggungjawab," kata Hidayat.
Menurutnya, kunjungan kerja di SMK Negeri 2 Tanjungpandan menjadi wujud nyata perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam memastikan fasilitas, kualitas pembelajaran. Selain itu menyerap aspirasi, termasuk semua persoalan yang di hadapi tenaga pendidik dan umumnya masyarakat agar dapat diselesaikan dengan baik.
Angin segar dari janji Gubernur itu seakan menjadi secerah harapan bagi sepasang suami istri itu. Yuliardi berharap proses pemindahan istrinya dapat berjalan lancar sehingga keluarganya bisa kembali hidup bersama di Belitung. (Sumber: Rilis Vera/Lisia/Biro Adpim Babel)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....