Tanam Cabai, BantuTekan Inflasi di Daerah
- 05 Apr 2026 11:00 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Cabai, komoditas yang menjadi kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat. Rasa pedas memberikan aroma yang dibutuhkan dalam berbagai masakan.
Cabai, meski senantiasa ada di pasaran namun harga jualnya hingga ke konsumen tak jarang mengalami fluktuasi. Karena itu dalam kurun waktu tertentu komoditas cabai ini kerap kali menjadi salah satu penyumbang angka inflasi di suatu daerah.
Jika jumlah produksi cabai tinggi dan permintaan juga tinggi, maka harga cabai cenderung stabil atau bahkan turun. Namun, jika produksi rendah dan permintaan tinggi, maka harga cabai akan naik dan dapat menyebabkan inflasi.
Hukun ekonomi mengenal hukum supply (produksi) dan hukum demand (permintaan). Jika supply tidak dapat memenuhi permintaan maka harga akan naik. Sebaliknya, jika supply lebih besar dari demand, maka harga akan turun.
Untuk terhindar inflasi dibutuhkan keseimbangan antara produksi dan permintaan cabai. Hal itu bisa diupayakan bekerja sama antata pemerintah dan petani untuk meningkatkan produksi cabai agar bisa memenuhi kebutuhan pasar.
Gubernur Babel, Hidayat Arsani ketika panen cabai di Pangkalpinang, Sabtu 4 April 2026. (Dok: Biro Adpim Babel)
Terkait itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meluncurkan Program Gerakan Tanam Cabai Rakyat. Program itu dilakukan di antaranya di Halaman Rumah Dinas Gubernur, Air Itam, Pangkalpinang. Cabai itu berhasil dipanen, Sabtu, 4 April 2026.
“Program Gerakan Nanem Cabe Rakyat ini merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menekan inflasi,” kata Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani.
Menurut Hidayat, Pemda senantiasa mendorong peningkatan produksi pertanian, khususnya komoditas cabai. Hal itu dipandang penting guna menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah.
Harapan pemerintah daerah Program Gerakan Menanam Cabai itu bisa diikuti masyarakat paling tidak, dengan memanfaatkan lahan di pekarangan. Bila berhasil paling tidak bisa memenuhi kebutuhan sendiri tanpa harus mengandalkan pasar.
Salah satu warga Pangkalpinang Sumi, merasakan manfaat dari program itu. Ia menanam bibit cabai dari bantuan pemerintah daerah
“Kami sangat terbantu dengan program ini, karena selain bisa memenuhi kebutuhan sendiri, hasil panen juga bisa dibagikan dan mengurangi pengeluaran rumah tangga,” kata Sumi saat kegiatan panen cabai bersama di Halaman Rumah Dinas Gubernur, Air Itam, Pangkalpinang, Sabtu, 4 April 2026 (Sumber Rilis: Biro Adpim Babel)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....