Stakeholder Dukung UBB Hadirkan Prodi Ilmu Komunikasi
- 06 Feb 2026 22:56 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Teknologi informasi terus menunjukan perkembangan saat ini sehingga kemampuan berkomunikasi efektif sangat dibutuhkan. Perkembangan teknologi komunikasi saat ini semakin mengukuhkan adanya kovergensi media, dan ini tidak bisa dihindari.
Konvergensi media ditandai adanya berbagai jenis media seperti; televisi, radio, internet, dan lain-lain yang menjadi satu platform atau sistem yang terintegrasi. Ini memungkinkan informasi dan konten disajikan dalam berbagai format dan bisa diakses melalui berbagai perangkat.
Pada era konvergensi, media multiplatform menjadi media yang semakin akrab dengan para penggunanya dari berbagai kalangan usia tak terkecuali anak-anak. Media apapun akhirnya tidak akan berarti bila tanpa diisi dengan pesan; teks, audio, ataupun adio visual.
Sinyalemen ini menjadi ekspektasi dalam pengembangan program studi keilmuan bagi civitas akademika Universitas Bangka Belitung (UBB). Karena itu untuk membuka informasi awal kepada publik, Fakultas FISIP UBB menggelar Workshop Penyusunan Dokumen Outcome Based Education untuk Program Studi Ilmu Komunikasi. Prodi ini akan dibuka untuk menjaring mahasiswa baru tahun ajaran 2026 - 2027.
Workshop diikuti stakeholder seperti dari unsur praktisi media massa, unsur pemerintah daerah, KPID, Influencer, dan konten kreator. Para peserta itu memberikan dukungan terhadap akan dibukanya Prodi Ilmu Komunikasi.
"Pada mata kuliah, sarannya ditambah dengan keilmuan terkait logika. Ini cukup penting membekali mahasiswa nantinya dalam mendalami Ilmu Komunikasi," kata Tedi Malaka, jurnalis media Bangka Pos.
"Masalah pengetahuan hukum, aturan pers bisa menjadi penguatan mata kuliah," kata Faisal, jurnalis media Babel Pos.
Menurut Ririn Septia yang disiapkan sebagai Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi - FISIP, dukungan dan saran para peserta workshop sangat membantu untuk membedahkan kembali dan merekonstruksi terhadap muatan-muatan kurikulum yang berorientasi OBE itu.
"Mata kuliah disusun dari semester satu sampai delapan. Fokus pada praktik: produksi konten, media lab, komunikasi publik," kata Ririn.
Menurut dia, di akhir semester 8 untuk meraih kesarjanaannya nanti, setiap mahasiswa wajib menyelesaikan skripsi atau tugas akhir. Melalui prodi ini, ditujukan menghasilkan sarjana komunikasi yang menguasai kajian komunikasi kontemporer serta memilki kemampuan analitis tajam untuk berperan aktif sebagai penggerak transformasi sosial di masyarakat.
Tujuan lain menurut Ririn, bisa mewujudkan karya ilmiah dan riset komunikasi inovatif yang dipublikasikan secara nasional maupun internasional untuk memperkaya khazanah keilmuan dan menjawab tantangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....