Jalani Proses dalam Bingkai Kasih Sayang dan Doa
- 01 Feb 2026 22:20 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Sebagian orang terkadang 'direpotkan' jika harus memilih di antara kekayaan, kesuksesan dan kasih sayang. Pastinya ketiga pilihan itu bisa dicapai melalui proses.
Seribu langkah di depan mata tidak akan sampai ke tujuan jika tidak diawali langkah pertama. Langkah demi langkah, kekayaan dan kesuksesan dalam pencapaiannya dilalui dengan proses, yang mungkin sempat jatuh bangun. Keduanya bisa dinikmati, sebagaimana pepatah: "siapa yang menabur benih, dialah yang akan menuai".
Demikian halnya dengan kasih sayang. Kasih sayang bisa dibilang sifat alami manusia dan beberapa hewan. Bedanya, manusia punya kapasitas kasih sayang yang lebih kompleks karena faktor budaya dan empati. Hewan lebih banyak insting.
"Dengan kasih sayang akan menemukan kekayaan, kesuksesan," begitu pendapat seorang warga tani Desa Zed Kabupaten Bangka, Hermanto.
Sosok warga pedesaan, yang berusia 37 tahun itu mengeksiskan diri berprofesi sebagai petani di desanya. Jatuh bangun dalam profesinya tentu ia lalui. Ia berjuang terus, semua dilakukannya karena rasa kasih sayang pada diri dan keluarganya. Ia pun tak mengklaim dirinya kaya atau sukses. Baginya dapur 'ngebul' dan kebutuhan cukup, itu saja yang diperjuangkannya dan disyukuri.
Kasih sayang orang tua ke anak-anaknya, itu contoh kasih sayang yang paling klasik dan kuat. Itulah sinyalemen dalam peradaban sejak masa lampau, kekinian dari generasi ke generasi. Mereka rela berkorban demi anaknya.
"Mohon bantu dan petunjuk. Anak saya mau magang di kantor Bapak," begitu pesan singkat dari sosok orang tua kepada penulis, mengisyaratkan kasih sayang pada anaknya agar sukses dalam studinya.
Pada umumnya orang-orang berpendapat bahwa kasih sayang tak harus selalu dengan memberi materi pada anak-anaknya. Kualitas waktu, perhatian, dan dukungan emosional juga sangat penting buat anak-anak. Kasih sayang orang tua bisa saja dengan cara mendengarkan, memberi contoh baik, atau sekadar hadir. "Kasih ibu sepanjang masa kasih anak sepanjang galah," begitu kata peribahasa. Tapi diyakini setiap anak punya cara sendiri untuk menunjukan kasih sayangnya.
Kasih sayang orang tua kepada anaknya tanpa memberikan materi dicontohkan Nabi Ibrahim. Beliau taat pada perintah Allah untuk mengorbankan Ismail --putranya-- menunjukkan kasih sayang dalam bentuk ketaatan dan kepasrahan. Meskipun berat, Nabi Ibrahim memprioritaskan kehendak Allah Swt.
Kisah Nabi Ibrahim menyembelih putranya yakni Nabi Ismail sebagai wujud ketaatan kepada Allah Swt., diabadikan dalam Al-Qur'an Surat As-Saffat ayat 102 - 107. Ayat-ayat ini menggambarkan momen Nabi Ibrahim bermimpi menerima Allah untuk menyembelih Ismail, kesabaran keduanya menjadi ujian dan berhasil sehingga Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (domba) besar.
Selain kasih sayang orang tua, bisa jadi kasih sayang saudara, karib kerabat, teman bisa menghantarkan kesuksesan. Kasih sayang teman dalam dukungan dan motivasi bisa jadi faktor penting buat kesuksesan. Teman yang positif bisa membantu kita tetap fokus, berani ambil risiko, dan menghadapi tantangan.
Lebih dari segalanya, kasih sayang Tuhan pada umat-Nya, itulah yang dipinta dalam doa. Kasih sayang Allah Swt., tanpa batas dan tak terbatas. Dia selalu ada buat kita, kapanpun dan di manapun.
"Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina adzabannar". Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka".
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....