Rempah dan Cabai, Bikin 'Nampol' Pedasnya Nasi Padang
- 29 Jan 2026 23:05 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Nasi Padang boleh jadi simbol kuliner Indonesia. Ciri khas nasi Padang adalah pedasnya yang 'nampol' (sangat kuat/terasa), karena cita rasa cabai dan rempah-rempah yang menjadi bumbu masakannya.
"Nasi Padang, suka sekali. Tambah pedas tambah mantap," kata Taufan, pemuda perantauan dari Bengkulu yang kini menetap di Bangka.
Bumbu rempah nasi Padang kaya rasa, autentik, dan sepertinya bikin orang penasaran. Nasi Padang memang tak lekang akan waktu untuk menyantapnya; pagi, siang, sore, atau malam.
Akses untuk mendapatkan nasi Padang sepertinya pula tak terlalu sulit terutama di perkotaan. Warung atau Rumah Makan Padang yang ada di mana-mana membuat aksesnya gampang. Bagi yang melakukan perjalanan di perkotaan, cara cepat menjawab perut lapar, yang dicari dan didatangi adalah warung atau RM Padang.

Kosep pelayanan hidangan, pilihan lauk pauk pada kesempatan makan siang bersama di salah satu RM Padang di Pangkalpinang, (Foto: RRI/Elfadar)
Menu masakan yang selalu tersedia di RM Padang adalah rendang daging sapi. Rendang ini memang jadi ikonik, sepertinya bukan RM Padang bila rendang tidak tersedia.
"Ya, saya suka rendang daging. Bumbu cabai, rempahnya pedas-pedasnya khas banget gitu," kata Dhika yang berstatus karyawan di Baber Shop Sungailiat.
"Rendang, suka dong, enak lagi dimakannya dengan nasi putih hangat-hangat. Rasanya, gimana gitu," kata Fina sosok ibu rumah tangga, seraya angkat jempol jari tangannya.

Aneka lauk pauk yang dihidangkan untuk konsumen pada kesempatan makan bersama (Foto: Jesica Barans)
Kisah RM Padang, bila diretas sepertinya memiliki sejarah panjang. Bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya entitas Padang, kekhasan masakannya itu menjadi ikonik seiring perjalanan peradaban.
Kekhasan dari resep masakannya itu terwariskan hingga kini dan cita rasa masakannya itu bisa diterima sebagian besar masyarakat, tak terkecuali bagi etnis lain di Indonesia ini.
Wajar bila kemudian warung atau RM Padang terus menyebar ke seluruh Indonesia. Rahasia suksesnya mungkin karena rasa autentik, bumbu rempah yang kaya, dan penyajiannya yang khas; konsep hidang, di mana sambal dan ragam lauk pauknya tersaji di meja, --bila makan sambil pilih.
"Apa saja lauknya, yang penting harus ada sambal lado," kata Julia, pendengar RRI Sungailiat mengungkapnya di acara Pro Persada Pro1 yang diasuh penyiar Taufan Libero, Rabu, 28 Januari 2026.
Sambal lado atau balado, ini juga menjadi ikonik di setiap warung Padang. Sambal dari bumbu cabai, bawang, dan rempah-rempah rasanya pun 'nampol' yang nyaris tak tertinggal dalam setiap pesanan satu porsi nasi Padang.
RM Padang ataupun ikonik masakannya diyakini tetap eksis di tengah keragaman makanan siap saji saat ini. Kehadiran RM Padang pun akan terus berkontribusi membantu ekonomi kerakyatan, terutama di Sumatera Barat. Selain itu bisa menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.
"Hari-harinya, tiap pagi jam tujuh sudah buka, sampai jam 10 malam. Kalau bulan puasa ndak buka, ya maunya ibadah saja. Buka lagi nanti setelah seminggu lebaran," kata Uni Lembah Anai, salah seorang pengelola RM Padang di Sungailiat Kabupaten Bangka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....