Konsumsi dalam Pandangan Islam: Antara Kebutuhan dan Etika

  • 20 Jan 2026 05:31 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat — Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki pola konsumsi yang seimbang, tidak berlebihan, dan berlandaskan nilai halal serta thayyib. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Syaiful Zohri dalam kajian keislaman Mutiara Pagi RRI Pro 1 Sungailiat, Selasa 20 Januari 2026.

Menurut Ustaz Syaiful Zohri, konsumsi dalam Islam tidak sekadar memenuhi kebutuhan jasmani, tetapi juga memiliki dimensi ibadah. Setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi harus halal dari segi zat maupun cara memperolehnya.

“Islam melarang perilaku konsumtif yang berlebihan. Allah Swt., secara tegas melarang israf dan tabdzir karena keduanya dapat merusak diri sendiri dan tatanan sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan, prinsip konsumsi dalam Islam mencakup kesederhanaan, keseimbangan, dan tanggung jawab. Seorang Muslim, kata dia, dianjurkan mengonsumsi sesuai kebutuhan, menjaga kesehatan tubuh, serta tidak melupakan hak orang lain, termasuk fakir miskin.

“Konsumsi yang baik adalah yang mendekatkan kita kepada rasa syukur, bukan kepada keserakahan,” tambahnya.

Sementara itu, Salah seorang pendengar Ahmad Irwan, mengatakan bahwa materi tersebut relevan dengan kondisi saat ini, di mana gaya hidup konsumtif semakin marak.

“Sering kali kita beli sesuatu bukan karena butuh, tapi karena keinginan. Penjelasan ustaz membuka kesadaran agar lebih bijak,” katanya.

Hal senada disampaikan Qori, ibu rumah tangga, yang mengaku mulai lebih selektif dalam mengatur belanja harian.

“Sekarang saya lebih memperhatikan manfaat dan kehalalan, juga berusaha tidak berlebihan agar ada rezeki yang bisa dibagikan,” ujarnya.

Dengan pemahaman konsumsi yang benar sesuai ajaran Islam, diharapkan masyarakat mampu membangun gaya hidup sederhana, sehat, dan penuh keberkahan, sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....