Dimensi Kebersamaan dan Psikis dalam Memaknai Gotong Royong

  • 13 Jan 2026 21:16 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Budaya gotong royong masih terpelihara di masyarakat Bangka Belitung. Aktivitas bersama ini nampak di kegiatan fisik maupun nonfisik, sebagai aktualisasi kepedulian sosial.

Dalam keseharian, bisa terlihat aksi-aksi bersama seperti gotong royong kebersihan lingkungan, di mana warga hidup dalam komunitas dan bertetangga. Sebagian orang menyoroti, gotong royong memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar urusan kebersihan fisik.

“Dengan gotong royong, kita sebenarnya sedang merawat silaturahmi yang mungkin sempat renggang karena rutinitas pekerjaan,” ujar Oki, narasumber program Ruang Rindu Pro1 RRI Sungailiat.

Ia menilai bahwa sapaan hangat dan tawa yang pecah di sela-sela kegiatan membersihkan lingkungan merupakan perekat sosial yang kuat. Seringkali, masalah-masalah kecil antar tetangga dapat terselesaikan secara kekeluargaan justru saat mereka sedang memegang cangkul atau sapu bersama di kala aksi gotong royong.

Dimensi lain yang bisa dirasakan saat gotong royong adalah sikap psikis, manakala mereka memiliki perasaan sama, senasib sepenanggungan atau mempunyai tujuan yang sama. Aspek psikis ini terungkap lewat sudut pandang Maman dalam perbincangan di acara Ruang Rindu itu.

“Rasa memiliki terhadap lingkungan hanya bisa tumbuh jika setiap warga terlibat langsung dalam proses perawatannya melalui aksi bersama di lapangan," kata Maman.

Ia meyakini, semisal pada aksi kebersihan lingkungan. Kebersihannya tidak akan pernah tercapai secara maksimal jika hanya mengandalkan sosok petugas kebersihan saja, maka kemaksimalannya bisa tercapai dengan gotong royong.

Keberlanjutan tradisi tradisi gotong royong menuntut konsistensi seluruh elemen masyarakat di tengah dinamika modernitas. Dengan gotong royong, menurut Maman akan muncul rasa kebersamaan yang mendalam untuk menjaga keasrian wilayah tempat tinggal mereka.

Kebersamaan yang tertuju pada perwujudan kebersihan lingkungan harapannya bukan sekadar dirasakan secara fisik dan terindra melainkan terpeliharanya kedamaian jauh dari konflik dan kecurigaan antarwarga.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....