Tanam Pohon, Investasi untuk Masa Depan Bumi

  • 11 Jan 2026 18:32 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Sungailiat: Bencana alam kerap kali terjadi, apalagi dalam kondisi cuaca ekstrem. Bencana terjadi ekses dari ketidakseimbangan ekosistem dan lingkungan.

Hutan dan perbukitan yang tak lagi hijau serta adanya alih fungsi hutan menjadi penyebab terjadinya bencana alam, seperti; banjir dan tanah longsor. Hutan pun tak lagi jaga alam, karena hilang keseimbangan.

Lingkungan harus lestari. Premis ini sudah didengungkan sejak bumi dihuni manusia. Dalam meretas sejarah peradaban, keharusan menjaga keseimbangan alam sudah diperintahkan. Bahkan dalam Islam Rosulullah Nabi Muhammad saw., telah memerintahkan hal itu.

Dalam hal pelestarian hutan, Rosulullah Muhammad saw., memerintahkan pada umatnya agar menjaga pohon untuh mencegah terjadinya benca ekologi. Karena pohon, hutan, gunung adalah penyangga bumi.

Terkait itu, dalam menghijaukan muka bumi, menanam pohon merupakan langkah yang harus dilakukan umat manusia. Tujuannya untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari.

Arti penting pelestarian lingkungan sebagaimana perintah Rosulullah kerap kali disampaikan para ulama, ustaz, dan kaum cendekiawan. Ustaz Satera Sudaryoso, dalam program religi interaktif di Pro 1 RRI Sungailiat 'Mutiara Hati' (9/1/2026), ia mengutip hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah pernah bersabda:

"Jika ditanganmu ada sebutir biji kurma, walaupun besok hari ada bencana/kiamat ekologis, maka segeralah menanam bibit kurma tadi," kata Ustaz Satera mengutip hadis Nabi Muhammad saw.

Dari sabda Rasullullah tersebut, menurut Satera jika disesuaikan dengan kondisi alam di Indonesia, maka berarti hadis tersebut adalah ajakan menanam pohon untuk menjaga alam. Pepohonan tumbuh dan dijaga serta dirawat merupakan investasi untuk masa depan bumi.

"Hutan belantara yang kita jaga, pohon besar dengan akar yang kokoh, berkontribusi besar dalam menopang dan menjaga alam dari bencana ekologi yang terjadi," kata Ustaz Satera.

Disadari atau tidak munculnya bencana alam sesungguhnya dipicu oleh aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan. seperti; deforestasi atau pembakaran hutan yang menyebabkan banjir dan longsor. Begitupun polusi yang memperparah perubahan iklim.

Dari itu, pendengar Pro1 RRI Sungailiat Udin dalam acara Mutiara Pagi berkomentar bahwa bencana alam yang terjadi disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan keimanan manusia. Padahal dengan menjaga hutan dan ekosistemnya itu bisa mengurangi risiko bencana alam.

"Perut kita lapar iman tidak kuat terjadilah seperti sekarang," ujar Udin.

Perlunya kesadaran manusia seperti yang dikatakan Udin adalah kunci untuk menjaga hutan dan lingkungan. Tindakan seperti menggalakan menanam pohon dan merawatnya adalah andil bagi kelangsungan pelestarian alam dan ekologinya di muka bumi. (Taufan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....