Akhir Perjalanan Bersama Argentina, Terimakasih Lionel Messi

  • 01 Sep 2026 15:42 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung - Jumat, 16 Juni 2006, pukul 20.00 WIB. Itulah jadwal siaran langsung antara Argentina vs Serbia dan Montenegro, laga kedua pada Grup C Piala Dunia 2006, yang disiarkan langsung salah satu televisi swasta di Indonesia.

Pertandingan tersebut saat itu sangat dinantikan banyak penggemar, termasuk Ayah saya, yang selalu antusias menyaksikan kiprah Argentina ketika penyelenggaran Piala Dunia berlangsung. Diego Armando Maradona, adalah salah satu alasan beliau yang selalu semangat ketika tim berseragam biru putih bermain.

Sebagai penggemar baru sepakbola ketika itu, saya hanya mengenal beberapa nama punggawa timnas Argentina seperti Hernan Crespo, Javier Saviola, Pablo Aimar, hingga Esteban Cambiasso. Namun nama seorang pemain muda, Lionel Messi, sama sekali baru didengar ketika Argentina menghadapi Serbia dan Montenegro.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Arena AufSchalcke, Gelsenkirchen, Jerman itu, berlangung dengan pesta gol. Dua gol Maxi Rodriguez, lalu satu gol masing masing dari Cambiasso, Crespo, dan Tevez membawa Argentina unggul 5-0. Skor bertahan untuk Argentina, hingga menit ke-75 seorang pemain muda masuk sebagai pengganti.

"Ini pemain muda baru masuk, mirip Maradona," kata Ayah, ketika Lionel Messi masuk sebagai pemain pengganti. Fisiknya yang kecil, rambut gondrong, dan gerakan lincah, memang sekilas mirip dengan deskripsi Maradona, legenda Argentina yang membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1986. Kelihaian Maradona sering diceritakan Ayah, setiap membahas Argentina.

Tidak butuh waktu lama, sang pemain yang disebut, langsung mencetak gol di menit ke-88. Messi menyambut umpan Carlos Tevez dengan berlari kencang, lalu menyelesaikannya dengan tembakan terukur ke gawang Serbia Montenegro. Pertandingan ditutup dengan skor 6-0 untuk Argentina, dan sekaligus menjadi awal perjalanan bersejarah Messi di pentas sepakbola internasional.

Messi

Lionel Messi berselebrasi setelah mencetak gol ke gawang Serbia dan Montenegro pada Piala Dunia 2006 (Foto : Instagram @fifaworldcup)

Namun gol tersebut hanya menjadi awal manis, dari drama kekecewaan, kegagalan, dan keraguan terhadap Lionel Messi bersama Argentina. Meski banyak meraih prestasi bersama Barcelona, kegagalan demi kegagalan terus dialami Messi. Finalis Copa America 2007, tersingkir tanpa mencetak satupun gol di Piala Dunia 2010, hingga gagal juara di negeri sendiri pada Copa America 2011, jadi cerita perjalanan Messi selanjutnya.

Kekecewaan tidak kunjung berhenti hingga bertahun tahun selanjutnya. Pada Final Piala Dunia 2014, Messi selangkah lagi membawa trofi Piala Dunia ketiga untuk negaranya. Namun gol Mario Gotze mengagalkan Argentina di akhir babak kedua perpanjangan waktu. Gelar Runner-Up seolah menjadi 'kutukan'bagi Messi, karena pada dua kompetisi selanjutnya yang diikuti, Argentina lagi lagi gagal pada Copa America 2015 dan 2016. Kegagalan ini bahkan sempat membuat Messi memutuskan pensiun dari timnas. Disisi lain para penggemar banyak menantikan Messi membawa prestasi untuk Argentina, seperti yang ia lakukan dengan Barcelona ketika menjadi Juara Liga Champions pada 2009, 2011, dan 2015.

Dahaga akan trofi bersama timnas senior akhirnya baru berakhir pada 2021. Pada kompetisi Copa America 2021, Lionel Messi membawa negaranya menjadi juara setelah mengalahkan Brasil. Sejarah baru akhirnya tercipta pada 2022, ketika Messi membawa Argentina menjadi juara, melalui pertandingan final yang disebut paling seru sepanjang masa.

"Final paling emosional dan seru sepanjang masa, luar biasa," kata Ayah, usai menonton final Piala Dunia 2026, Argentina vs Prancis, Senin, 18 Desember 2022.

Setelah itu, Messi masih meraih prestasi lagi bersama Argentina dengan back to back juara Copa America pada 2024. Lalu pada Piala Dunia 2026, Messi kembali bermain spektakuler dengan mencetak 8 gol di usia 39 tahun, meski harus gagal lagi di final ketika menghadapi Spanyol.

Senin, 31 Agustus 2026, melalui akun instagramnya, Lionel Messi resmi mengumumkan pensiun dari timnas. Ia mengakhiri perjalanannya bersama La Albiceleste setelah 20 tahun lebih mengabdi. Punggawa Inter Miami tersebut menutup kariernya dengan raihan 1 trofi Piala Dunia, 2 trofi Copa America, dan dua kali runner up Piala Dunia.

"Setelah waktu yang berlalu sejak final dan setelah memikirkannya dengan matang. Saya ingin memberi tahu semua orang bahwa saya pensiun dari tim nasional," kata Messi dalam pernyataannya, Senin, 31 Agustus 2026.

Langkah pensiun yang diambil oleh Messi, dinilai tidak cukup mengejutkan bagi pengamat sepakbola, terlebih kini Messi sudah berusia 39 tahun, dan telah meraih berbagai prestasi bersama klub, timnas, maupun individu.

"Wajar saja kalau dia mau pensiun, dia sudah meraih semuanya, prestasinya luar biasa," kata Ahmad Suherman, pengamat sepakbola di Bangka Belitung, saat dihubungi pada Selasa, 1 September 2026.

Messi menutup kariernya bersama Tim Nasional Argentina, dengan raihan 125 gol, pada 207 pertandingan. 21 gol diantaranya ia cetak pada Piala Dunia, yang diikuti dari 2006 hingga 2026.

"Messi ya Messi, tidak ada penggantinya," kata Ahmad Suherman.

Akhir kata terimakasih atas 20 tahun yang luar biasa, Muchas Gracias Lionel Messi !

Penulis : Taufan Libero

Jurnalis dan penggemar sepakbola Italia sejak 2000-an.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....