Hilirisasi Pasir Silika untuk Masa Depan Kabupaten Bangka

  • 30 Mei 2024 17:31 WIB
  •  Sungailiat

KBRN:Sungailiat, Pulau Bangka telah dikenal daerah penghasil timah terbesar di indonesia sejak dulu, timah seharusnya mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyat Pulau Bangka, tetapi sampai sekarang hal tersebut belum terwujud.

Ketergantungan akan komoditas timah akan membuat perekonomian di Pulau Bangka menjadi turun drastis ketika ada permasalahan tata kelola timah. Selain mineral timah yang memberikan pendapatan dan nilai ekonomi bagi daerah Bangka dan nasional, terdapat komoditas yang mempunyai nilai tinggi di saat ini, yaitu Pasir Silika.

Organisasi Masyarakat Barisan Elemen Masyarakat Peduli Ekonomi Rakyat (BEMPER) yang merupakan salah satu ormas di Kabupaten Bangka yang juga konsen pada bidang ekonomi kerakyatan, mendorong agar komoditas pasir silika di Kabupaten Bangka untuk dapat dilakukan hilirisasi dengan tujuan meningkatkan nilai jual dengan tujuan akhir peningkatan ekonomi masyarakat.

Hilirisasi pasir silika ini akan menghasilkan produk yang dibutuhkan seluruh dunia seperti industri semikonduktor, panel surya , kaca dan produk lainnya. Ketersediaan bahan baku silika dengan kualitas tinggi dan melimpah di Kabupaten Bangka tentunya akan menjadi daya tarik untuk investor berinvestasi. Ketua Ormas BEMPER Syamsu Rizal melalui keterangannya, Rabu (29/5/2024) mengatakan investasi hilirisasi silika perlu didukung sehingga ada nilai tambah ekonomi daripada hanya menjual pasir seperti yang dilakukan selama ini.

"Apalagi dengan kondisi perekonomian Kabupaten Bangka yang turun drastis akibat permasalahan tata kelola pertimahan atau tidak keluarnya Rencana Kegiatan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan, hingga membuat banyak smelter tidak beroperasi dan berujung pada PHK massal bagi pegawai smelter.” ujarnya.

Syamsu Rizal menambahkan dengan adanya pabrik hilirisasi silika maka akan membuka lapangan pekerjaan, menambah pendapatan daerah serta peningkatan kemampuan SDM dalam bidang teknologi sehingga tentu ini menjadi hal yang positif bagi Kabupaten Bangka.

Kabupaten Bangka yang mempunyai potensi tambang pasir untuk bahan baku silika di beberapa lokasi seperti muara Air Kantung, daerah Pantai Matras, Tuing dan lainnya sehingga peluang ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk mengurangi ketergantungan kepada komoditas timah.

Lebih lanjut Syamsu Rizal juga menyatakan ada beberapa investor yang membangun pabrik pengelolaan silika, hanya sangat disayangkan tidak berada di Pulau Bangka tetapi berada di Batam. Ini tentu tidak menguntungkan bagi Kabupaten Bangka yang mempunyai bahan baku silika tetapi tidak melakukan hilirisasi, sehingga bahan baku silika hanya dijual berupa pasir serta kemudian diolah di tempat lain dan mengakibatkan pendapatan ekonomi bagi pulau Bangka tidak maksimal dibandingkan apabila pasir tersebut dikelola lebih lanjut sehingga mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi.

Hilirisasi Silika dapat menjadi masa depan baru Kabupaten Bangka selain timah dengan catatan adanya investor yang siap membangun pabrik silika di Kabupaten Bangka untuk meningkatkan pendapatkan dan perekonomian.

Ormas BEMPER tentu mendukung hilirisasi silika di Kabupaten Bangka selama sesuai aturan dan hukum yang berlaku dan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Bangka khususnya dan Bangka Belitung umumnya.

“Sudah saatnya kita mencari alternatif lain selain komoditas timah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Bangka, serta mampu menjadi nilai tambah di Kabupaten Bangka.” ungkap Syamsu.

Ormas BEMPER juga berharap agar permasalahan tata kelola timah dapat segera selesai dan ke depannya pengelolaan tambang timah menjadi lebih baik agar memberikan manfaat yang nyata dan luas bagi masyarakat serta mendorong ekspor timah dapat segera berjalan sehingga ekonomi bangka kembali meningkat,” kata sang aktivis senior itu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....