Perbedaan Suku Bugis dan Suku Makassar

  • 13 Mei 2024 00:16 WIB
  •  Sungailiat


KBRN, Sungailiat : Banyak dari masyarakat yang mengira bahwa Makassar serumpun dengan suku Bugis karena adanya istilah seperti “Bugis Makassar”. Sehingga Etnis Nusantara Anging Mamiri yang dipandu Zuriah Daeng Kanang, Minggu 12 Mei 2024 mengangkat topik Perbedaan Suku Bugis dan Suku Makassa, agar masyarakat dapat mengetahui perbedaan diantara kedua suku tersebut.

Sembari mengajak pendengar dari Suku Bugis dan Suku Makassar berinteraktif di line telepon dan media sosial Pro4 Sungailiat, Zuria mengatakan adanya perbedaan dari kedua suku tersebut dapat dilihat dari karakteristik, bahasa, hingga kesenian tradisionalnya.

“Jadi masih banyak orang yang tidak tau, atau menganggap sama Suku Bugis dan Suku Makassar. Padahal Suku Makassar merupakan nama Melayu untuk sebuah etnis yang mendiami pesisir selatan pulau Sulawesi. Etnis ini terkenal berjiwa penakluk, namun demokratis dalam memerintah, gemar berperang dan jaya di laut. Untuk bahasa Makassar, seperti yang dituturkan oleh penduduk Sulawesi Selatan, dan dimasukkan ke dalam suatu rumpun bahasa Makassar yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Sulawesi Selatan dalam cabang Melayu. Sedangkan untuk keseniannya, ada beberapa tarian dan atraksi sering di tampilkan oleh suku Makassar seperti permainan tradisional “Ma’raga”, atraksi permainan rakyat “Mappadendang”, tarian magis “Pepe-pepeki ri Makka”, permainan gendang dan atraksi “Gandrang Bulo”, serta Tari Pakarena,” Ujar Zuriah.

Seorang pendengar dari Suku Bugis, Tinro merasa senang adanya pembahasan tentang topik yang disampaikan, sembari menambahkan Budaya masyarakat Suku Bugis.

“Malam ini semoga orang-orang dapat mengetahui bahwa orang Suku Bugis seperti kami dasarnya berasal dari Sulawesi Selatan. Tetapi bahasa, adat istiadatnya sangat khas. Suku Bugis tersebar di berbagai provinsi Indonesia. Nah kalau bahasa Suku Bugis terdiri ada beberapa dialek. Seperti dialek Pinrang yang mirip dengan dialek Sidrap. Dialek Bone (yang berbeda antara Bone utara dan Selatan). Dialek Soppeng. Dialek Wajo (juga berbeda antara Wajo bagian utara dan selatan, serta timur dan barat). Dialek Barru, Dialek Sinjai dan sebagainya. Masyarakat Bugis memiliki penulisan tradisional juga memakai aksara Lontara,” ujar Tinro.

Di akhir Acara Etnis Nusantara Anging Mamiri, disampaikan Zuria, Seni Tradisional Suku Bugis Berbeda dengan Suku Makassar. Kalau di Suku Bugis ada ragam tarian yang dimiliki seperti Tari Pelangi atau biasa disebut tari meminta hujan, lalu ada Tari Paduppa Bosara menyambut kedatangan tamu, Tari Pattennung yang menggambarkan perempuan-perempuan yang sedang menenun benang menjadi kain. Melambangkan kesabaran dan ketekunan perempuan-perempuan Bugis.

Melalui Acara ini diharapkan masyarakat mengetahui perbedaan dari Suku Bugis dan Suku Makasar dan menantikan Acara Anging Mamiri di Pro4 setiap malam senin pukul 20.15 Wib sampai dengan pukul 22.00 Wib untuk mendapatkan informasi Budaya serta bahasan menarik lainnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....