Fenomena Gunung Es KDRT, Wanita Harus Berani Ungkap

  • 11 Mei 2024 09:31 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Belitung Timur : Ketua Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Imelda Handayani meyakini jika kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan fenomena gunung es. Banyak kasus yang tidak terungkap dengan berbagai alasan.

"KDRT ini sama dengan kasus kekerasan terhadap anak, ini fenomena gunung es. Jadi KDRT itu angka yang tidak terungkap jauh lebih banyak dari yang muncul ke permukaan, karena memang banyak kasus misalnya para perempuan untuk berani melapor itu sangat sedikit, karena begitu banyak pertimbangan yang mereka putuskan," kata Imelda kepada RRI.co.id, Sabtu (11/5/2024).

Satgas PPA Bangka Belitung disebut Imelda, intens memberi pemahaman kepada perempuan bahwa soal KDRT itu ada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 yang sudah sangat melindungi mereka. Para pelaku harusnya jera untuk melakukan KDRT ini.0

"Tapi memang di banyak kasus yang terjadi, ketika mereka (korban-red) membuat laporan dia diselimuti emosi, namun tidak berapa lama kemudian laporannya ditarik kembali menganggap sudahlah ini cukup saja dimaafkan, lalu pertimbangan ada anak-anak juga yang harus mendapat perhatian orang tuanya. Lalu alasannya melapor disebutnya hanya untuk memberi efek jera agar para pelaku KDRT tidak mengulangi perbuatannya lagi," ucapnya.

Imelda menjelaskan, KDRT ini merupakan delik aduan di mana korban harus melapor jika ingin kasus yang dialami mau ditindaklanjuti ke ranah hukum.

"Ini beda dengan kasus kekerasan anak yang bukan delik aduan. Tapi kami Satgas PPA tetap mensosialisasikan kepada perempuan bahwa KDRT itu bukan hanya kekerasan fisik saja, namun juga meliputi kekerasan verbal, juga kekerasan ekonomi, penelantaran, dan kami terus meminta agar mereka harus berani mengadu jika mengalami KDRT, jangan sampai kekerasan ini berkelanjutan," ujarnya.

Karena ketika seorang perempuan mendapat intimidasi dari pasangannya atau suaminya, menurut Imelda akan sangat berimbas kepada banyak hal dalam kehidupan selanjutnya. Termasuk pula akan berpengaruh terhadap pola asuh anak, dan anak akan merasa tertekan dan lain sebagainya.

Sementara seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Sinar Jaya Jelutung, Sungailiat, Erwina Sitanggang menyebut jika seorang wanita mengalami KDRT, dipastikan akan dihadapkan pada dilema. Di satu sisi memikirkan dia yang menjadi korban kekerasan suami, namun di sisi lain juga memikirkan keutuhan keluarga, terutama anak-anaknya.

"Saya yakin andainya saya yang di posisi korban KDRT, pasti dilema ya, mau lapor iya, tapi di sisi lain pasti kepikiran anak-anak kalau sampai rumah tangga berantakan. Mungkin itu sih menurut saya kenapa banyak wanita masih enggan lapor kalau alami KDRT," ucap Erwina.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....