Ekonomi Babel Turun Drastis

  • 08 Mei 2024 20:00 WIB
  •  Sungailiat

KBRN , Pangkalpinang : Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat pertumbuhan ekonomi Babel berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bangka Belitung triwulan I 2024 tumbuh 1,01% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,00% (yoy).

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ekonomi Babel pada Tw I 2024 didorong oleh kinerja LU utama yaitu LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh 5,28% (yoy), lebih tinggi dibandingkan Tw sebelumnya yang terkontraksi 1,28% (yoy).

"Adapun pertumbuhan kinerja LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan utamanya dipengaruhi oleh meningkatnya produksi perikanan. Selain itu, produksi perkebunan tahunan juga turut mengalami peningkatan, antara lain produksi kelapa sawit, lada, dan karet," kata Kepala BPS Babel, Toto Haryanto Silitonga, dalam rilis diterima (8/5/2024).

Sementara itu, LU Pertambangan dan Penggalian terkontraksi 10,09% (yoy), melanjutkan kontraksi pada Tw sebelumnya sebesar 1,34% (yoy). Searah dengan LU Pertambangan, LU Industri Pengolahan terkontraksi 4,99% (yoy), menurun dibandingkan Tw sebelumnya yang tumbuh 3,08% (yoy).

"Subkategori industri logam dasar yang ditopang oleh logam timah mengalami penurunan cukup dalam seiring terkendalanya perolehan bahan baku bijih timah. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh RKAB smelter timah yang belum terbit seluruhnya pada Februari 2024. Namun demikian, kinerja pertumbuhan industri makanan dan minuman (industri minyak kelapa sawit/CPO) menahan perlambatan LU Industri Pengolahan lebih lanjut," ujarnya.

Sementara, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Rommy Sariu Tamawiwy mengatakan, pihaknya senantiasa mempererat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah serta mitra strategis lainnya untuk terus memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi baru dan kebangkitan sektor ekonomi unggulan yang memiliki daya ungkit di wilayah Babel .

"BI Babel dan Pemerintah Daerah akan terus mendorong promosi pariwisata, produk UMKM, ekonomi keuangan syariah, dan digitalisasi sistem pembayaran," ucap Rommy.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....