Wilayah Bangka Belitung Alami Periode Kekeringan Parah

  • 07 Okt 2026 11:59 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang – Sebagian besar wilayah Bangka Belitung (Babel) masih berpotensi mengalami kekeringan esktrem periode awal bulan Oktober 2026.

Kekeringan dengan status “Awas” tersebut terjadi pada periode Dasarian I dengan curah hujan kategori rendah, yakni 0-50 mm/Dasarian.

Prakirawan BMKG Bangka Belitung, Ajeng mengatakan, sebagian besar wilayah tersebut, yakni di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, hingga Belitung Timur.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa periode kering masih terus berlanjut di awal Oktober, sehingga wilayah dengan curah hujan rendah perlu mewaspadai dampak ketersediaan air dan karhutla,” kata Ajeng kepada RRI, Rabu 7 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, jumlah curah hujan yang tercatat kurang dari 85 persen dari rata-rata normal wilayah tersebut, mendominasi sifat hujan yang terjadi di bawah normal.

“Kondisi ini menjadi lebih kering dari biasanya, yang dipicu oleh fenomena iklim El Nino atau puncak musim kemarau,” ucapnya.

Langkah mitigasi, pemetaan wilayah rawan kekeringan, dan manajemen pasokan air bersih sangat dibutuhkan untuk menghadapi ancaman di puncak musim kemarau saat ini.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Bangka, Hariyadi mengatakan, beberapa wilayah mengalami kekeringan parah. Bantuan dan kerjasama dari seluruh stakeholder sudah berjalan dengan baik.

“Koordinasi dan kerjasama seluruh stakeholder sudah berjalan dengan baik, kebutuhan air bersih untuk masyarakat hingga penanganan karhutla masih bisa teratasi hingga sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun beberapa wilayah sudah mengalami turun hujan, namun masih belum merata dan tidak langsung bisa mengatasi kekeringan yang sudah terjadi dalam dua bulan terakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....