Dekranasda Babel Ajak Inovasi Batik Bangka Belitung

  • 03 Okt 2026 14:56 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Surabaya - "Mari kita berinovasi dengan batik Bangka Belitung." Itu ajakan Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noni Hidayat Arsani.

Ajakan itu sekaligus untuk memperluas cara pandang masyarakat terhadap batik usai Noni menghadiri peringatan puncak Hari Batik Nasional 2026 di Monumen Kapal Selam Surabaya, Jumat, 2 Oktober 2026 malam.

Cara pandang Noni sejalan dengan yang disampaikan Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia Gita Gilang Kencana. "Batik adalah budaya yang hidup. Karena itu, batik tidak harus selalu berada di tempat yang formal. Batik bisa hadir di ruang publik, di jalan, di perjalanan, dan di tengah kehidupan masyarakat," ujar Gita.

Menurut Noni gagasan tersebut juga relevan untuk pengembangan batik Bangka Belitung. Para perajin dan pelaku ekonomi kreatif dapat mengeksplorasi penggunaan motif dan unsur batik ke dalam produk yang dekat dengan aktivitas masyarakat.

Karena itu Noni mengajak para pelaku batik di Bangka Belitung untuk tidak berhenti pada produk busana, tetapi terus mencari bentuk baru yang dapat memperluas penggunaan batik.

Noni Hidayat Arsani (tengah) mengenakan Batik Melayu dari Sentra Pinang Sirih pada peringatan puncak Hari Batik Nasional 2026 di Monumen Kapal Selam (Monkasel), Surabaya, Jumat, 2 Oktober 2026 malam (Foto: Jo Fandi/Kominfo Babel)

Menurut Noni, berbagai bentuk inovasi dan pertukaran gagasan antardaerah menjadi ruang untuk terus mengembangkan batik, termasuk batik Bangka Belitung, agar tetap dekat dengan masyarakat dan berkembang mengikuti zaman.

Gagasan lain muncul dari Noni usai kunjungan ke Mirota Batik & Handicraft Surabaya. Di tempat tersebut ia melihat beragam produk batik dan kerajinan yang dipasarkan, sekaligus membeli sejumlah pernak-pernik kerajinan.

Menurut Noni, Mirota dapat menjadi referensi dalam melihat bagaimana produk budaya dan kerajinan daerah dikemas serta ditampilkan untuk menarik minat konsumen.

"Yang kita lihat di sini bukan hanya produknya, tetapi bagaimana kerajinan daerah bisa dikemas, ditampilkan, dan dipasarkan dengan menarik. Ini menjadi salah satu hal yang bisa kita pelajari untuk pengembangan produk kerajinan Bangka Belitung," katanya.

Noni juga menilai batik memiliki peluang pengembangan yang luas. Selain menjadi bahan busana, batik dapat diolah menjadi beragam produk kerajinan dan cendera mata yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. (Rilis: Idris Af/Kominfo Babel)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....