Intensitas Karhutla di Babel Mulai Menurun

  • 01 Okt 2026 17:30 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyatkan intensitas kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Bangka Belitung (Babel) kini mulai menunjukkan tren penurunan.

Meski demikian, akumulasi luas lahan yang terdampak karhutla sejak awal tahun cukup signifikan. BPBD Babel mencatat, terhitung sejak Januari hingga September, total luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 2.100 hektar yang tersebar di kurang lebih 890 titik kebakaran.

"Sejak Januari sampai bulan September ini, tercatat luas area yang terbakar sudah mencapai 2.100 hektar dengan total sekitar 890-an titik kebakaran," kata Plt Kepala Harian BPBD Babel, Agus Afandi, Rabu 30 September 2026.

Agus menjelaskan, penurunan intensitas karhutla belakangan ini tidak lepas dari kerja keras dan sinergi berbagai pihak di lapangan. Penanganan dilakukan secara masif oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD provinsi maupun kabupaten/kota, petugas pemadam kebakaran (Damkar), TNI, Polri, serta partisipasi aktif masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan hidup.

"Tim gabungan bahu-membahu dalam mengantisipasi penyebaran karhutla. Penanganannya sangat luar biasa sehingga kebakaran dapat tertangani dengan baik oleh tim pemadam kebakaran di seluruh wilayah Provinsi Bangka Belitung," ujarnya.

Guna mencegah munculnya titik api baru, Agus mengimbau dan mengetuk kesadaran seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar.

"Kami harapkan kesadaran dari semua lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran atau pembukaan lahan dengan cara membakar, maupun sengaja membakar untuk kepentingan lain. Harus disadari bahwa dampak karhutla ini sangat negatif bagi kita semua di Bangka Belitung," katanya.

Terpisah, Satuan Tugas (Satgas) Penyuluhan Penanggulangan Karhutla Mabes TNI, menegaskan pentingnya langkah pencegahan dan deteksi dini untuk meminimalkan risiko potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) selama musim kemarau.

Menurut Ketua Tim Satgas Penyuluhan Penanggulangan Karhutla Mabes TNI, Kolonel Mar Inggit Danaha, penanggulangan pemadaman merupakan opsi terakhir yang sejatinya harus diantisipasi sejak awal.

"Setelah saya melaksanakan tugas di sini dari Mabes TNI, memang masih ada ancaman sampai dengan musim kemarau ini selesai. Ancaman itu tentunya harus kita antisipasi dan cegah. Penanggulangan adalah langkah terakhir," kata Inggit, Jumat 18 September 2026.

Menurut Inggit, penanganan Karhutla tidak dapat dibebankan hanya kepada satgas atau aparatur pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

"Karhutla ini tidak bisa diatasi oleh satgas saja maupun aparatur jajaran pemerintah semata. Harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan seluruh komponen bangsa secara terkolaborasi serta terintegrasi," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....