Warga Pahami Rencana Pembatasan Jam Pelayanan PDAM Belitung
- 29 Sep 2026 16:40 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung - Warga pahami pembatasan jam pelayanan PDAM, Perumda Tirta Batu Mentas Belitung siapkan skema pembatasan jam operasional akibat debit air baku embung terus berkurang karena kemarau.
"Saya kira kalau memang kondisi airnya seperti ini, pembatasan bisa dimaklumi. Yang penting kebutuhan masyarakat tetap diperhatikan dan pembagiannya merata," ujar warga Tanjungpandan Endol.
Direktur Perumda Tirta Batu Mentas Munandar katakan 80 persen suplai Kota Tanjungpandan dari embung. Ketersediaan diperkirakan mampu menopang hingga November 2026.
"Untuk 80 persen suplai dari embung untuk wilayah Kota Tanjungpandan itu untuk dua bulan ke depan insyaallah masih terjaga. Antisipasi kita ini jangan sampai lewat dari November," ujar Munandar, Selasa 29 September 2026.
Pembatasan jadi skenario antisipasi semakin berkurangnya air baku. Saat ini pelayanan normal sekitar 13 jam per hari.
"Normal hidup itu kan 13 jam. Nah, ini lagi kita buat skema apakah sehari sekali mati sehari off, atau enam jam atau tujuh jam setiap hari," katanya.
Skema yang dikaji pembatasan jadi enam hingga tujuh jam per hari atau pola sehari beroperasi sehari tidak. Kebijakan belum diterapkan karena masih pantau tekanan jaringan dan kapasitas air.
PDAM akui pelayanan belum optimal. Sejumlah pelanggan alami tekanan air tidak sampai ke rumah dan air kotor di titik tertentu.
Pelanggan gangguan dapat lapor ke PDAM. Perusahaan akan agendakan suplai air bagi terdampak sehingga diminta siapkan penampungan di rumah.
"Kita berkomitmen demi menjaga pelayanan, kita berusaha semaksimal mungkin kita suplai semua pelanggan yang terdampak, yang tidak jalan airnya. Ketika mereka melapor, nanti kita agendakan, kita akan suplai air," ujarnya.
Pelanggan diimbau siapkan bak atau penampungan di rumah jika pembatasan diberlakukan. Persediaan diharapkan cukup satu hingga tiga hari.
PDAM terus pantau kondisi embung untuk tentukan langkah pelayanan berikutnya karena air kebutuhan dasar masyarakat harus tetap tersedia di tengah kekeringan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....