Institut Pahlawan 12 Bahas Solusi Sampah Pascatambang
- 11 Sep 2026 15:33 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Institut Pahlawan 12 Bangka melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) membahas isu pengelolaan sampah di wilayah pastambang timah.
Kegiatan bertema “Tata Kelola Kolaboratif Pengelolaan Sampah Berkelanjutan pada Masyarakat Pascatambang Timah” merupakan bagian dari penelitian dosen Institut Pahlawan 12 yang berupaya merumuskan model tata kelola pengelolaan sampah berbasis kolaborasi antaraktor.
Tim peneliti selaku pemantik kegiatan, Ferdiana, menuturkan persoalan sampah di Bangka Belitung semakin kompleks karena berjalan beriringan dengan berbagai dampak lingkungan pascatambang yang masih membutuhkan penanganan secara bersama-sama.
“Pengelolaan sampah berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat, komunikasi lingkungan, penguatan kelembagaan, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, akademisi, dunia usaha, dan generasi muda,” ujarnya dalam rilis yang diterima RRI, Jumat 11 September 2026.
Akademisi bidang Tata Kelola Persampahan Institut Pahlawan 12, Widya Handini menjelaskan pendekatan ekonomi sirkular dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengelolaan sampah di wilayah pascatambang. Melalui pendekatan ini, sampah diupayakan untuk dikurangi, digunakan kembali, diolah, dan menghasilkan nilai tambah.
“Bagaimana sampah dapat dikurangi, dimanfaatkan kembali, dan menghasilkan nilai tambah,” jelasnya.
Menurutnya, berbagai inovasi dapat dikembangkan berdasarkan potensi lokal. Beberapa di antaranya adalah konsep waste to food, waste to energy, serta pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk dan kebutuhan pertanian.
“Kita sebagai mahasiswa ikut mendukung pengelolaan sampah limbah, namun memang, perlu adanya promotor agar para generasi muda dapat melakukan praktek di lapangan melakukan pengelolaan limbah sampah pasca tambang,” kata Mahasiswa Rani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....