Harga Ayam di Babel Melonjak Dipicu HPP
- 01 Sep 2026 15:40 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Harga daging ayam di Kepulauan Bangka Belitung mengalami lonjakan hingga menembus Rp43.000 hingga Rp45.000 per kilogram untuk jenis karkas atau sudah kondisi bersih.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, mengatakan, kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya Harga Pokok Produksi (HPP) di tingkat produsen serta berkurangnya pasokan lokal.
Berdasarkan hasil pemantauan dan rapat bersama Satgas Pangan, HPP ayam di tingkat produsen pada bulan Agustus menyentuh angka tertinggi, yakni Rp28.500 per kilogram. Angka ini naik signifikan dibandingkan awal tahun yang berada di kisaran Rp21.000 per kilogram.
"Ada beberapa faktor penyumbang kenaikan. Pertama, harga pakan sendiri sudah tinggi. Kedua, banyak ayam yang sakit sehingga panen berkurang," kata Kurniawan, Selasa 1 Setember 2026.
Kondisi pasokan yang minim memaksa sejumlah distributor mempercepat masa panen ayam dari yang biasanya 35 hingga 40 hari menjadi 29 hari. Menurut Kurniawan, percepatan panen ini justru membengkakkan biaya operasional (cost) produksi, yang akhirnya mendongkrak HPP.
Untuk menutupi kekurangan stok lokal, para agen mendatangkan pasokan ayam dari luar daerah, seperti Palembang dan Lampung. Namun, opsi ini berdampak pada tingginya HPP tiba di Bangka, yakni mencapai Rp31.000 hingga Rp32.000 per kilogram akibat komponen biaya distribusi dan logistik.
Meskipun saat ini harga di tingkat pedagang berada di kisaran Rp43.000 hingga Rp45.000 per kilogram karkas, Kurniawan menilai harga tersebut terhitung wajar jika merujuk pada tingginya HPP awal dan rantai distribusi yang dilalui (agen, broker, hingga pedagang eceran).
Meski demikian, harga pasar saat ini telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp40.000 per kilogram.
"Kami akan memantau perkembangan harga ini dalam satu hingga dua minggu ke depan. Jika tidak ada tren penurunan, kami akan kembali menggelar rapat keputusan, apakah perlu dilakukan tindakan seperti sidak pasar atau langkah intervensi lainnya," ujarnya.
Pemerintah Daerah berharap harga daging ayam karkas di pasaran dapat kembali bergerak turun dan menyentuh angka ideal di bawah atau setidaknya sesuai dengan HAP pemerintah.
Sebelumnya, Pemprov Babel menggelar rapat koordinasi terkait pembahasan Satuan Tugas Ketahanan Pangan Provinsi Babel Tahun 2026.
Asisten III Setda Pemprov Babel, Elius Gani mengatakan, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan kondisi pangan di daerah dapat terus dipantau dan ditangani secara bersama-sama.
“Rapat koordinasi ini merupakan langkah bersama untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kita terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk distributor, agar kondisi stok dan perkembangan harga pangan dapat dipantau secara baik serta kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Elius.
Salah seorang pedagang ayam di Pasar Sungailiat Leni mengaku, harga dari pemasok kembali mengalami kenaikan sehingga pedagang harus menyesuaikan harga jual kepada konsumen.
“Harga dari pemasok naik, jadi kami juga terpaksa menyesuaikan harga jual. Sekarang ayam sudah sekitar Rp53 ribu per kilogram,” ujarnya, Senin, 31 Agustus 2026.
Terkait penyebab kenaikan harga ayam, Leni mengaku tidak mengetahui pasti, namun saat ini para pedagang pengecer pun dibatasi dalam pengambilan ayam untuk persiapan dijual setiap harinya.
“Sekarang kita dibatasi, misalnya biasanya dapat 80 ekor, sekarang cuma 60,” kata dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....