Lomba Nirok di Simpang Renggiang Jadi Upaya Lestarikan Tradisi Lokal
- 23 Agt 2026 13:16 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur – Tradisi nirok, yakni mencari ikan menggunakan tombak tradisional, kembali digelar masyarakat Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur. Kegiatan yang berlangsung di Ulu Serekik, Desa Renggiang, tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu, 23 Agustus 2026.
Kepala Desa Renggiang, Siskori Aries Nugraha, mengatakan lomba nirok tahun ini menjadi pelaksanaan keempat yang digelar Pemerintah Desa Renggiang dan untuk pertama kalinya melibatkan peserta dari tingkat Kecamatan Simpang Renggiang.
“Tahun ini kita lomba Nirok open sekecamatan Simpang Renggiang. Jadi pesertanya datang dari beberapa desa di Kecamatan Simpang Renggiang ini," ujar Kori.
Kori menyampaikan, nirok merupakan salah satu tradisi masyarakat Bangka Belitung yang dilakukan secara turun-temurun, khususnya ketika memasuki musim kemarau. Tradisi tersebut juga dikenal sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya perairan.
"Dalam pelaksanaannya, peserta menggunakan tirok, berupa tongkat kayu dengan ujung tombak dari logam yang digunakan untuk menangkap ikan. Panjang tirok yang digunakan peserta bervariasi, mulai sekitar empat hingga lima meter," ujarnya.
Menurut Kori, metode nirok relatif ramah terhadap lingkungan karena tidak menggunakan cara yang dapat merusak ekosistem perairan. Tradisi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengenalkan kembali kearifan lokal kepada generasi muda.
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Nirok, Imam, mengatakan kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari masyarakat. Menurutnya, lomba nirok tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan dan menjaga tradisi lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk berkumpul dan bersilaturahmi sekaligus melestarikan tradisi nirok. Mudah-mudahan ke depan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi,” ujar Imam.
Dalam perlombaan tersebut, panitia menetapkan beberapa kategori yang diperebutkan peserta, yakni kelas jackpot, kelas hasil tangkapan terbanyak untuk juara satu, dua dan tiga, serta kelas hasil tangkapan terberat. Selain itu, panitia juga menyediakan kelas tambahan khusus peserta berusia di atas 55 tahun sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta senior yang masih aktif mengikuti tradisi nirok.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....