BMKG Pangkalpinang: Babel Masuk Level Siaga Kekeringan

  • 19 Agt 2026 17:20 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang mengimbau masyarakat Bangka Belitung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan. Saat ini, wilayah Kepulauan Bangka Belitung—khususnya Bangka Selatan dan Bangka Tengah telah masuk dalam status Siaga Kekeringan.

Prakirawan BMKG Pangkalpinang, Slamet Supriadi, mengatakan, fenomena kemarau yang dipicu El Niño kali ini diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dari biasanya.

“Prakiraan kita, kondisi ini kemungkinan berlanjut hingga awal tahun depan. Karena itu, mulai saat ini kita harus siaga, terutama dalam menjaga pasokan sumber air," ujar Slamet belum lama ini.

Menanggapi cadangan air masyarakat yang mulai menyusut di beberapa titik, BMKG mengimbau warga agar mempergunakan air secara bijak dan menyiapkan sumber alternatif jika ketersediaan air bersih di rumah mulai menipis.

Meski kondisi kekeringan di beberapa tempat dinilai belum masuk taraf parah, langkah penanganan telah berjalan. Pemerintah daerah dan instansi terkait, seperti BPBD Provinsi dan Kota Pangkalpinang, telah menyiagakan mobil tangki untuk menyalurkan bantuan air bersih ke permukiman warga.

Di sektor pertanian, BMKG mewanti-wanti para petani agar menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi iklim kemarau panjang. Petani diimbau untuk sementara waktu tidak memaksakan menanam padi guna menghindari risiko gagal panen (puso) akibat kekurangan air.

"Kami menyarankan petani beralih ke tanaman yang lebih tahan cuaca kering dan tidak membutuhkan banyak air, contohnya kacang-kacangan atau komoditas lain yang sesuai dengan kondisi tanah setempat. Langkah ini penting agar petani tidak mengalami kerugian besar," katanya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meminta masyarakat untuk bijak menggunakan air bersih. Hal ini menyusul prediksi cuaca panas dan kekeringan yang diperkirakan masih akan melanda wilayah Babel hingga dua bulan ke depan atau sampai September mendatang.

Plt. Kepala BPBD Babel, Agus Afandi, meminta warga menjaga kebersihan sumber air agar tidak tercemar selama musim kemarau berlangsung. Menurut data estimasi cuaca, puncak musim panas ini berpotensi menguras cadangan air di berbagai daerah.

"Cadangan air kita pasti akan berkurang jika kondisi panas ini terus terjadi. Masyarakat harus bijak memanfaatkan sumber air yang ada dan jangan sampai mencemarinya," ujar Agus, Senin 27 Juli 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....