Konservasi Satwa Jadi Wujud Cinta Tanah Air

  • 18 Agt 2026 17:52 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Muhammad Faiq Elfaruq, Mahasiswa Akuakultur Universitas Bangka Belitung (UBB) menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian satwa melalui kegiatan konservasi kura-kura lokal di tengah ancaman kerusakan habitatnya di Pulau Bangka sebagai wujud nyata cinta tanah air.

Faiq telah membudidayakan dan menetaskan hampir 300 ekor kura-kura lokal dan hal tersebut berawal dari kecintaan terhadap fauna dan keprihatinan melihat habitat satwa yang semakin terdesak.

"Awalnya dari kesukaan saya memelihara kura - kura dan mencoba untuk menetaskannya, tak disangka ternyata berhasil, dan kura-kura pertama yang saya biakan adalah kura - kura Ambon atau nama latinnya cuora amboinensis," ujar Faiq saat menjadi narasumber dalam acara aksi anak negeri di Pro2 RRI Sungailiat, Senin 17 Agustus 2026.

Bagi Faiq, konservasi tidak hanya berkaitan dengan menyelamatkan satwa, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem dan membangun kesadaran masyarakat.

"Konservasi mandiri yang saya lakukan saat ini setidaknya menjadi gambaran bahwa menjaga lingkungan dan melestarikan satwa merupakan salah satu bentuk perjuangan sekaligus cinta tanah air. Contohnya melalui penangkaran ini, yang menjadi bagian dari proses pembelajaran, penelitian, dan edukasi mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati," ujar Faiq.

Reisya, salah seorang pendengar pro2 mengapresiasi langkah Faiq dalam melakukan konservasi sejak usia muda.

"Kepedulian terhadap lingkungan perlu terus ditanamkan kepada generasi muda sejak dini, karena menjaga satwa bukan hanya menjadi tanggung jawab peneliti atau pemerintah, tetapi juga masyarakat," ujar Reisya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....