BPIP Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila, Ajak Warga Perkuat Nilai Pancasila

  • 04 Agt 2026 22:54 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Pemerintah Kabupaten Belitung menggelar pembinaan ideologi Pancasila sebagai upaya memperkuat nilai kebangsaan dan menjaga harmoni keberagaman masyarakat di daerah pesisir.

Kegiatan bertajuk Penanaman Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat untuk Mewujudkan Indonesia yang Bermartabat tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Belitung, Selasa 4 Agustus 2026.

Kepala BPIP Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi mengatakan Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara, namun menjadi nilai yang menyatukan masyarakat Indonesia dengan berbagai latar belakang suku, budaya, dan agama.

Menurutnya, pengamalan Pancasila harus diwujudkan melalui sikap nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga toleransi, memperkuat persatuan, hingga menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat.

"Saya apresiasi di Kabupaten Belitung yang memiliki keberagaman budaya serta kearifan lokal masyarakat pesisir sebagai modal penting dalam memperkuat karakter bangsa," katanya.

Namun, ia mengingatkan perkembangan teknologi digital juga membawa tantangan, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga paham yang dapat mengganggu persatuan.

"Perkembangan teknologi informasi membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, hingga berbagai paham yang dapat mengikis persatuan bangsa," ujar Yudian.

Ia mengajak masyarakat agar menjadikan ruang digital sebagai sarana edukasi dan mempererat persaudaraan, bukan menjadi tempat yang memicu perpecahan.

Sementara itu, Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat menilai penguatan nilai Pancasila tidak cukup hanya dengan menghafal lima sila, melainkan harus tercermin melalui perilaku dan integritas setiap individu.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam mengamalkan Pancasila adalah menjaga kejujuran ketika seseorang memiliki kesempatan untuk melakukan tindakan yang tidak benar.

"Yang paling sulit itu sebenarnya bukan menghafal Pancasila. Yang paling sulit itu adalah tetap jujur ketika ada kesempatan untuk tidak jujur," kata Djoni.

Ia juga menekankan kepada aparatur sipil negara (ASN) agar menjadikan pelayanan publik sebagai bentuk nyata penerapan nilai Pancasila.

Menurutnya, pelayanan yang mudah, cepat, transparan, serta penggunaan anggaran yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat merupakan wujud pemerintah yang berlandaskan nilai Pancasila.

"Kalau pelayanan publik semakin mudah, ya itulah Pancasila. Kalau anggaran dipakai sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat, ya itulah Pancasila," ujarnya.

Djoni berharap kegiatan pembinaan ideologi Pancasila tersebut dapat memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat untuk mengutamakan kepentingan bersama dan menjaga kerukunan yang telah terbangun di Kabupaten Belitung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....