Lintas Timur dan Pesisir Pantai Belinyu Zona Rawan Kebakaran

  • 30 Jul 2026 15:41 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Kawasan Lintas Timur Kecamatan Sungailiat hingga pesisir pantai di Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, merupakan zona rawan kebakaran. Hal ini berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangka dalam rangka mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman mengatakan, sejumlah wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi akibat kondisi vegetasi yang mudah terbakar serta faktor cuaca yang mulai memasuki musim kering.

“Wilayah Lintas Timur, Rebo hingga pesisir Belinyu memiliki karakteristik lahan yang didominasi semak dan lahan kering, sehingga berpotensi besar terjadi kebakaran, kalau daerah seperti di Bakam, Mendo Barat, malah kurang,” kata Achmad Suhermad kepada RRI, Kamis 30 Juli 2026.

Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima petugas, menunjukkan kejadian kebakaran sering terjadi pada titik-titik yang berisiko tinggi, termasuk area lahan kosong, serta jalur yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Sebagai antisipasi pencegahan, pihaknya bersama bidang Damkar juga meningkatkan upaya sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan, karena dampaknya bisa meluas dan merugikan banyak pihak,” ujarnya

Ke depan, Satpol PP Kabupaten Bangka melalui Satgas Pencegah Kebakaran terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memperkuat pengawasan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di wilayah rawan tersebut.

Dengan penetapan zona rawan ini, diharapkan langkah pencegahan dapat dilakukan lebih maksimal sehingga risiko kebakaran di wilayah tersebut dapat ditekan seminimal mungkin.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran, Damkar Satpol PP Bangka, Zalfika Ammya mengakui, kejadian bencana terutama karhutla mengalami peningkatan selama Juli 2026.

“Bahkan hanya dalam satu hari saja, kita sampai 10 kali menerima laporan kejadian kebakaran dari pagi hingga sore,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....