Antisipasi Kemarau Panjang, BPBD Bangka Bentuk Satgas Karhutla sejak April

  • 30 Jul 2026 14:54 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – BPBD Kabupaten Bangka telah membentuk Satgas Karhutla sejak April 2026 untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang yang diprediksi melanda tahun ini.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Bangka, Heriyadi, mengatakan satgas ini dibentuk bersama dinas terkait dan lintas sektor. Kewaspadaan tidak hanya pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga kekeringan hingga krisis air bersih.

"Kita pada bulan April kemarin telah membentuk Satgas Karhutla. Kewaspadaan tak hanya terkait kebakaran, tetapi juga ancaman yang lebih luas dan melibatkan lintas sektor di Kabupaten Bangka," kata Heriyadi kepada RRI, Kamis, 30 Juli 2026.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD bersama Perumdam Tirta Bangka dan Dinas Pekerjaan Umum mendata kesiapan sarana prasarana serta stok air bersih. Koordinasi juga dilakukan dengan Damkar Satpol PP Bangka.

"Kita mendata kesiapan sarana prasarana dan juga stok air bersih, baik di Perumdam Tirta Bangka, Dinas PU, kesiagaan Damkar Satpol PP Bangka, dan lain sebagainya," ujarnya.

Untuk memudahkan koordinasi, BPBD membuat grup WhatsApp yang melibatkan relawan hingga tingkat desa dan rukun tetangga (RT/RW).

"Dari sini mereka selalu aktif melaporkan setiap kegiatan yang terjadi, sehingga semua aktivitas atau kejadian bencana terpantau baik, termasuk cara pencegahan dan penyelesaiannya," ucapnya.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran Damkar Satpol PP Bangka, Zalfika Ammya, mengakui kejadian karhutla mengalami peningkatan selama Juli 2026.

"Bahkan hanya dalam satu hari saja, kita sampai 10 kali menerima laporan kejadian kebakaran dari pagi hingga sore," ujarnya.

Menurutnya, sejak awal Juli 2026, sudah puluhan hektare hutan dan lahan terbakar yang tersebar di sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Bangka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....