Mangrove Teluk Kelabat dan Pulau Dante Status Kritis
- 26 Jul 2026 18:49 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Ekosistem mangrove di Teluk Kelabat dan kawasan Pulau Dante, Belinyu kini dalam kondisi kritis dan terancam rusak.
Kondisi itu diungkap Penyuluh Kehutanan Madya DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darman Suriah, dalam program dialog udara Green Radio, Jumat, 24 Juli 2026.
Menurut Darman, tidak semua kawasan pesisir Babel mengalami nasib sama. "Wilayah Muara Sungai Selan masih relatif terjaga dengan baik dan perlu terus kita pertahankan bersama," ujarnya.
Dialog edukatif ini digelar khusus untuk menyongsong peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun 2026 yang mengusung tema besar "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang".
"Kami sering melihat ada penanaman mangrove, tetapi beberapa bulan kemudian banyak yang mati. Sebenarnya apa penyebabnya, dan bagaimana supaya penanaman mangrove bisa berhasil serta tidak hanya menjadi kegiatan seremonial?" tanya pendengar RRI, Medi melalui saluran telepon.
Menjawab keraguan tersebut, Penyuluh Lingkungan Hidup, Fianda Revina Widyastuti membeberkan sejumlah faktor teknis maupun nonteknis yang sering kali diabaikan saat aksi penanaman berlangsung.
"Kegagalan penanaman biasanya disebabkan oleh ketidaksesuaian spesies bibit dengan substrat tanah, gempuran ombak yang terlalu kuat tanpa pelindung, serta ketiadaan perawatan pasca-tanam," kata Fianda.
" Agar tidak sekadar seremonial, penanaman wajib diawali dengan survei kesesuaian lahan, pemantauan berkala, dan penunjukan penanggung jawab pemeliharaan yang melibatkan warga lokal," lanjutnya
Melalui dialog Green Radio, DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap kesadaran kolektif masyarakat dan pemangku kebijakan terus meningkat. Penyelamatan ekosistem mangrove bukan lagi sekadar pemenuhan agenda tahunan, melainkan investasi ekologis jangka panjang demi melindungi pulau pesisir dan menjamin ruang hidup yang aman bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....