Penyeberangan Sadai-Belitung Dihentikan Sementara
- 22 Jul 2026 14:12 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyatakan aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan menuju Belitung sementara waktu dihentikan total akibat kerusakan parah pada infrastruktur dermaga.
Sebagai solusi sementara, seluruh layanan penyeberangan akan dialihkan melalui Pelabuhan Pangkal Balam.
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya mengatakan, keputusan penghentian sementara operasional penyeberangan di Pelabuhan Sadai diambil demi menjamin keselamatan pengguna jasa.
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Dari laporan Kepala Penyeberangan Pak Beni dan hasil koordinasi di lapangan, kondisi dermaga sudah mengalami kerusakan yang sangat parah sehingga aktivitas penyeberangan tidak mungkin dipaksakan," kata Didit.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, kebutuhan anggaran untuk memperbaiki dermaga secara permanen diperkirakan mencapai sekitar Rp80 miliar. Karena jalur penyeberangan tersebut merupakan lintas kabupaten, kewenangan penanganannya berada di bawah Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan dukungan pemerintah pusat.
"Perbaikan permanen tentu membutuhkan proses dan waktu yang tidak singkat. Karena itu kita harus mencari solusi cepat agar aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan," ujarnya.
Sebagai langkah taktis, kata Didit, PT ASDP Indonesia Ferry telah menyiapkan pengalihan seluruh layanan penyeberangan dari Pelabuhan Sadai ke Pelabuhan Pangkal Balam. Menurut dia, pihak ASDP, menargetkan layanan penyeberangan melalui Pangkal Balam sudah dapat beroperasi paling lambat pada awal Agustus 2026.
"Targetnya awal Agustus sudah beroperasi. Namun semua pihak sedang berupaya agar bisa lebih cepat sehingga mobilitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama," katanya.
Ia menambahkan, keberadaan jalur penyeberangan Bangka-Belitung merupakan urat nadi distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat di kedua pulau tersebut. Untuk itu DPRD meminta seluruh pihak bergerak cepat agar tidak terjadi gangguan pasokan kebutuhan pokok akibat terhentinya layanan penyeberangan.
"Kita tidak ingin masyarakat merasakan dampak yang lebih besar. Kalau terlalu lama ditutup tanpa solusi, distribusi barang kebutuhan pokok bisa terganggu. Karena itu kami mendukung percepatan pengalihan rute ini," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, memastikan dermaga Pelabuhan Sadai Bangka Selatan yang amblas dalam waktu dekat dua bulan kedepan akan diperbaiki.
“Nanti pasti dua bulan ini, nanti saya minta KSOP Pangkalbalm memanggil kapal yang utuh Jakarta, agar Belitung mungkin ditambah rit lagi, ya supaya dua bulan ini tercover,” kata Hidayat, Selasa 23 Juni 2026.
Hidayat menilai, peran Pelabuhan Sadai ini sangat vital, sebab apabila operasional terganggu maka aktivitas ekonomi masyarakat pun terganggu.
“Kalau ini kalau ini mati, ya Belitung terganggu. Ya kalau ini terganggu, ekonomi terganggu semua. Dua bulan ini tetap pengalihan, karena ini sudah lelap. Minggu depan sudah lelap, sudah dikelik semuanya, mudah-mudahan sesuai rejadwal. Yang untuk ini, gubernur kasih depresasi lah, sekali aja,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Bangka Selatan, Benny Supratama mengatakan, perbaikan dermaga Pelabuhan Sadai ini sekitar dua pekan lagi akan dilakukan dengan memakan waktu pengerjaan selama dua bulan.
"Kita masih dalam proses perencanaan dan finalisasi perencanaan. Minggu depan proses lelang yang memakan waktu 21 hari, kemudian pengerjaan 30 hari atau 1 bulan. Ya, diperkirakan lebih kurang 2 bulan lah untuk membutuhkan waktu untuk perbaikan lantai MB ini,” kata Benny.
GM ASDP Cabang Bangka, Agustinus Cahyo, membenarkan adanya tingkat kerusakan pada struktur dermaga. Berdasarkan koordinasi dengan Gubernur, dermaga diputuskan masih dapat melayani aktivitas penurunan satu kali lagi untuk kapal yang terlanjur bermuatan penuh dan sedang berjalan.
"Terdapat kerusakan, namun menurut beliau (Gubernur) masih bisa kita melakukan satu kali untuk pelayanan. Tapi untuk selanjutnya memang rencananya dermaga ini mau direhabilitasi," kata Cahyo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....