DPRD Belitung Bahas Rencana Relokasi Depot Jobber Pertamina di Tanjungpandan
- 21 Jul 2026 21:17 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung - DPRD Kabupaten Belitung mulai membahas rencana relokasi dan revitalisasi Depot Jobber Pertamina di Tanjungpandan sebagai langkah jangka panjang menghadapi peningkatan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Belitung dan Belitung Timur.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Belitung, Suherman mengatakan, kondisi Depot Jobber Pertamina saat ini perlu mendapat perhatian karena kapasitas fasilitas yang ada dinilai tidak lagi sebanding dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.
Depot yang dibangun sejak tahun 1960 tersebut, kata Suherman, memiliki keterbatasan daya tampung sehingga berpotensi mengganggu ketahanan stok BBM apabila terjadi kendala distribusi, terutama akibat faktor cuaca maupun transportasi laut.
"Kita harus memiliki solusi jangka panjang, terutama terkait daya tampung dan revitalisasi Depot Jobber Pertamina. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Jobber yang ada saat ini sudah tidak layak lagi untuk menampung kebutuhan stok BBM," ujar Suherman, Selasa 21 Juli 2026.
Ia menjelaskan, selain persoalan kapasitas, aspek keselamatan juga menjadi perhatian DPRD lantaran lokasi depot saat ini berada di kawasan yang terus berkembang dan berdekatan dengan permukiman masyarakat.
Menurutnya, pembangunan fasilitas baru perlu mempertimbangkan perkembangan wilayah serta kebutuhan energi dalam jangka panjang. Salah satu kawasan yang dinilai potensial yakni Tanjung Batu yang masuk dalam rencana pengembangan kawasan industri Suge, Desa Pegantungan.
"Kita melihat perlu ada perencanaan ke depan, bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga bagaimana distribusi BBM Belitung dan Belitung Timur bisa lebih aman dan lancar," kata Suherman.
Sementara itu, Sales Branch Manager Rayon II Bangka Belitung Pertamina Patra Niaga, Rafli Alhaq mengatakan, rencana revitalisasi maupun relokasi Depot Jobber masih dalam tahap koordinasi antara Pertamina Patra Niaga pusat dengan pemerintah.
"Untuk rencana revitalisasi ini masih menjadi kewenangan Pertamina Patra Niaga pusat bersama pemerintah. Kami di daerah terus menyampaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan," ujar Rafli.
Ia memastikan, Pertamina tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan pasokan BBM di wilayah Belitung sembari menunggu keputusan terkait rencana pengembangan fasilitas depot tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....